DetikNews
Rabu 28 Februari 2018, 14:22 WIB

Latihan Militer AS-Korsel Akan Dimulai April, Korut Bakal Marah?

Novi Christiastuti - detikNews
Latihan Militer AS-Korsel Akan Dimulai April, Korut Bakal Marah? Ilustrasi (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Seoul - Latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) akan dimulai lagi pada awal April. Latihan militer gabungan semacam ini berpotensi memicu kemarahan Korea Utara (Korut).

AS dan Korsel sebelumnya menunda latihan gabungan ini karena pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin 2018. Latihan ini masih akan ditunda selama pelaksanaan Paralimpiade Musim Dingin 2018, khusus untuk atlet penyandang disabilitas, yang akan digelar pada 8-18 Maret di Pyeongchang.

Hal ini diungkapkan penasihat keamanan kepresidenan Korsel, Moon Chung-In, seperti dikutip kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, dan dilansir Reuters, Rabu (28/2/2018). Moon berbicara dalam sebuah seminar di Washington DC, AS, pekan ini.

Dalam seminar itu, Moon menyebut dirinya 'mengetahui bahwa latihan (militer gabungan) akan dimulai pada pekan pertama bulan April'.

"Namun, jika ada ada perundingan antara Amerika Serikat dan Korea Utara sebelum latihan (digelar), maka akan ada semacam kompromi," sebut Moon, sembari mengharapkan dialog AS-Korut bisa segera terwujud.

Militer AS dan Korsel biasanya menggelar latihan tahunan 'Key Resolve and Foal Eagle' pada Maret dan April. Latihan gabungan semacam ini bisa melibatkan hingga 17 ribu tentara AS dan 300 ribu tentara Korsel.

Para pejabat pemerintahan Korsel menyatakan mereka tidak menentang latihan militer dengan AS digelar seperti rencana sebelumnya. Sedangkan Menteri Pertahanan (Menhan) Korsel, Song Young-Moon, menyatakan pada awal bulan ini bahwa dirinya dan Menhan AS Jim Mattis akan menyampaikan pengumuman soal latihan gabungan ini antara akhir Paralimpiade Musim Dingin pada 18 Maret hingga awal April nanti.

Menhan Song yang menghadiri sidang parlemen Korsel pada Rabu (28/2) waktu setempat, menolak berkomentar saat ditanya anggota parlemen soal pernyataan Moon di AS.

Selama ini diketahui bahwa Korut selalu menganggap setiap latihan militer gabungan Korsel dan AS sebagai latihan untuk perang dan menginvasi wilayah mereka. Korut mengancam pihaknya tidak akan tinggal diam jika latihan militer gabungan yang ditunda ini, akan dilanjutkan kembali.
(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed