Clipboard Tersedot Mesin, Pesawat Jetstar Putar Balik ke Auckland

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 27 Feb 2018 16:10 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Sydney - Sebuah clipboard atau papan penjepit kertas menyebabkan sebuah pesawat tujuan Sydney, Australia harus putar balik ke Auckland, Selandia Baru. Clipboard ini tersedot ke dalam mesin pesawat sebelum lepas landas.

Seperti dilansir AFP, Selasa (27/2/2018), insiden ini berawal saat petugas lapangan di bandara meletakkan kumpulan kertas kerja yang disatukan dengan sebuah clipboard itu, pada bagian cowling mesin pesawat. Cowling merupakan penutup mesin pesawat.

Usai memasukkan muatan bagasi pesawat, petugas lapangan ini lupa mengambil clipboard berisi kertas kerja itu.

Seorang pekerja lainnya yang melakukan pemeriksaan keselamatan pesawat melihat keberadaan clipboard itu. Namun dia tidak mengambilnya karena berasumsi clipboard itu akan diambil oleh pemiliknya sebelum pesawat lepas landas.

Ketika mesin pesawat mulai dinyalakan, clipboard itu tertelan ke dalamnya. Kertas-kertas kerja berserakan di tarmak saat pesawat mulai bergerak ke posisi lepas landas. Entah bagaimana, sama sekali tidak ada yang memberitahu awak pesawat milik maskapai Australia berbujet rendah, Jetstar itu hingga pesawat mengudara. Akibatnya, pilot pesawat terpaksa menerbangkan pesawat ini kembali ke Auckland.

Insiden ini dialami oleh salah satu pesawat milik maskapai Jetstar -- anak perusahaan Qantas -- pada 27 Oktober 2017. Hasil penyelidikannya baru dirilis oleh Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) pekan ini.

"Mesin (pesawat) diperiksa oleh para teknisi dan kertas-kertas ditemukan di dalam mesin. Mereka juga menemukan ... potongan logam terpotong," jelas ATSB dalam laporannya.

ATSB menyebut, sejak insiden ini terjadi, pihak maskapai telah melakukan peningkatan prosedur keamanan termasuk merilis peringatan untuk tidak menempatkan objek apapun di penutup mesin pesawat. "Insiden ini menunjukkan dampak puing benda asing pada operasional pesawat," sebut ATSB, sembari menyatakan puing itu 'memberikan ancaman signifikan bagi keselamatan penerbangan'.

"Ini memiliki potensi untuk memicu kerusakan pesawat selama fase genting penerbangan, merugikan maskapai dan bandara jutaan dolar setiap tahun," imbuh ATSB dalam laporannya.

(nvc/ita)