Presiden Korsel Sebut Korut Terbuka untuk Berdialog dengan AS

Presiden Korsel Sebut Korut Terbuka untuk Berdialog dengan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Feb 2018 17:49 WIB
Presiden Korsel Sebut Korut Terbuka untuk Berdialog dengan AS
Presiden Korsel Moon Jae-In berjabat tangan dengan pejabat kontroversial Korut Kim Yong-Chol dalam penutupan Olimpiade Musim Dingin 2018 (Yonhap News via Reuters)
Seoul - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In menyebut rezim Korea Utara (Korut) terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat (AS). Dia menyerukan Korut dan AS untuk duduk bersama dengan segera.

"Beberapa waktu terakhir, Korea Utara telah menunjukkan bahwa mereka terbuka untuk secara aktif melibatkan Amerika Serikat dalam perundingan dan Amerika Serikat berbicara soal pentingnya dialog," ucap Moon dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri China, Liu Yandong, seperti dilansir Reuters, Senin (26/2/2018).

"Ada kebutuhan bagi Amerika Serikat untuk menurunkan ambang batas untuk berunding dengan Korea Utara dan Korea Utara harus menunjukkan bahwa pihaknya bersedia melakukan denuklirisasi. Penting agar Amerika Serikat dan Korea Utara duduk bersama dengan segera," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum Moon berbicara, kantor kepresidenan Korsel atau Blue House terlebih dahulu mengungkapkan kesediaan Korut untuk berunding dengan AS.


Disebutkan Blue House, delegasi tinggi Korut yang menghadiri penutupan Olimpiade Musim Dingin pada Minggu (25/2) waktu setempat, menyatakan 'sangat bersedia' untuk berunding dengan AS. Blue House juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan dengan Moon, delegasi tinggi Korut juga menyatakan 'sepakat bahwa perundingan antar-Korea dan hubungan Korut-AS harus mengalami peningkatan bersamaan'.

Delegasi tinggi Korut yang menghadiri upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin dipimpin oleh seorang pejabat kontroversial, Kim Yong-Chol, yang juga mantan kepala intelijen Korut. Kim Yong-Chol dituding bertanggung jawab atas tragedi tenggelamnya kapal perang Korsel tahun 2010 yang menewaskan 46 pelaut. Selama di Korsel, delegasi Korut itu bertemu dengan Moon dan para pejabat Korsel lainnya.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Moon, Gedung Putih memperingatkan bahwa perundingan dengan Korut harus berujung pada denuklirisasi rezim komunis itu.

"Amerika Serikat, tuan rumah Olimpiade Republik Korea dan komunitas internasional setuju secara luas bahwa denuklirisasi harus menjadi hasil dari setiap dialog apapun dengan Korea Utara. Kampanye tekanan maksimum harus berlanjut hingga Korea Utara melakukan denuklirisasi," tegas Gedung Putih.


"Seperti diungkapkan Presiden Trump sebelumnya, ada jalur lebih terang bagi Korea Utara jika memilih denuklirisasi. Kita akan melihat apakah pesan Pyongyang hari ini, yaitu kesediaan berunding, mewakili langkah awal di jalur denuklirisasi," imbuh Gedung Putih. "Untuk sementara waktu, Amerika Serikat dan dunia harus terus memperjelas bahwa program nuklir dan rudal Korea Utara telah menjadi jalan buntu," ucapnya.

Diketahui bahwa sebelumnya AS selalu menegaskan bahwa perundingan baru bisa digelar, jika Korut telah mengambil langkah konkret denuklirisasi. Tidak diketahui secara jelas, apakah kata-kata dalam tanggapan terbaru Gedung Putih itu mengindikasikan pergeseran posisi AS soal Korut harus terlebih dulu mengambil langkah denuklirisasi sebelum perundingan dimulai.

(nvc/ita)


Berita Terkait