Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, serangan-serangan itu dilakukan pada Minggu (25/2) waktu setempat di desa Al-Shaafah dan sekitarnya, di sebelah utara bekas benteng ISIS, Albu Kamal di dekat perbatasan dengan Irak.
Kepala Observatory, Rami Abdel Rahman mengatakan, serangan udara itu dilakukan oleh Amerika Serikat dan koalisi internasional yang memerangi ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Desa ini merupakan kantong terakhir yang dikuasai ISIS di Suriah timur," imbuhnya mengenai Al-Shaafah, yang terletak di tepi timur Sungai Efrat. Abdel Rahman mengaku tidak tahu berapa jumlah militan ISIS yang tewas dalam serangan udara koalisi AS tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, serangan-serangan udara terhadap militan ISIS yang bersembunyi di wilayah-wilayah terpencil di provinsi Deir Ezzor, telah menewaskan puluhan warga sipil. Kebanyakan dari mereka merupakan kerabat para militan ISIS. Pasukan Kurdi yang didukung koalisi AS telah berupaya mengusir para militan ISIS dari tepi timur Sungai Efrat, sedangkan pasukan rezim Suriah yang didukung Rusia ditempatkan di sebelah barat Sungai Efrat.
(ita/ita)











































