DetikNews
Sabtu 24 Februari 2018, 10:47 WIB

Kedubes AS di Yerusalem Akan Dibuka Mei, Palestina: Itu Provokasi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kedubes AS di Yerusalem Akan Dibuka Mei, Palestina: Itu Provokasi Foto: Internet
Washington - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan membuka Kedutaan Besar (Kedubes) di Yerusalem pada Mei mendatang. Palestina mengutuk keputusan AS itu dan menyebutnya sebagai provokasi bagi Arab.

AS berencana membuka Kedubes-nya bertepatan dengan peringatan ke-70 tahun kemerdekaan Israel. Berdirinya Israel 7 dekade lalu pada 14 Mei 1948 dianggap oleh Palestina sebagai Nakba atau malapetaka, ketika sekitar 750 ribu warga Palestina pergi atau terusir dari rumah-rumah mereka dalam perang dengan Israel.

"Keputusan pemerintah Amerika untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memilih Nakba-nya rakyat Palestina sebagai tanggal untuk langkah ini merupakan pelanggaran terang-terangan hukum internasional," ujar pejabat nomor dua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat kepada kantor berita AFP, Sabtu (24/2/2018).

Dikatakannya, akibat dari langkah tersebut adalah "kehancuran opsi dua negara, serta provokasi terang-terangan bagi semua Arab dan muslim," imbuhnya.

Menteri Intelijen Israel, Israel Katz menyambut pengumuman AS mengenai tanggal pembukaan Kedubes di Yerusalem. "Saya ingin mengucapkan selamat pada Donald Trump, Presiden AS, atas keputusannya untuk memindahkan Kedubes AS ke ibu kota kami pada Hari Kemerdekaan Israel yang ke-70 tahun," katanya lewat akun Twitter.

"Tak ada hadiah yang lebih hebat dari itu. Langkah yang paling tepat dan benar. Terima kasih teman!" imbuhnya.

Sebelumnya pada Desember 2017 lalu, Trump mengumumkan perubahan kebijakan di Washington dengan secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berjanji akan memindahkan Kedubes AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pengumuman itu sontak menuai aksi-aksi protes di berbagai negara.

Sejak pengumuman Trump itu, sebanyak 27 warga Palestina dan dua warga Israel tewas dalam berbagai kekerasan. Para pemimpin Arab dan muslim pun mengingatkan akan terjadinya eskalasi lebih parah jika Kedubes AS dipindah ke Yerusalem.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed