DetikNews
Jumat 23 Februari 2018, 13:37 WIB

Sejumlah Politikus AS Dilempari Telur Saat Kunjungi Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Sejumlah Politikus AS Dilempari Telur Saat Kunjungi Palestina Momen saat delegasi AS dilempari telur saat kunjungi Ramallah (REUTERS/Mohamad Torokman)
Ramallah - Delegasi para politikus Amerika Serikat (AS) yang tengah mengunjungi Ramallah di Tepi Barat, dilempari telur oleh para demonstran Palestina. Insiden ini memicu kecaman pemerintah AS.

Seperti dilansir AFP, Jumat (23/2/2018), para politikus yang sedang berkunjung itu merupakan anggota dewan Kota New York. Bersama mereka hadir pula para anggota kelompok masyarakat sipil New York. Tidak disebut ada berapa orang yang tergabung delegasi AS ini.

Kunjungan ke Ramallah ini bertujuan untuk mendatangi sebuah perusahaan polling Palestina. Pihak perusahaan polling telah mengonfirmasinya.

Ketika rombongan hendak meninggalkan kantor perusahaan itu, mereka dilempari telur oleh puluhan demonstran yang menunggu di luar. Para demonstran terlihat membawa poster bertuliskan 'AS menjadi bagian dari masalah, bukan solusi'.

Tidak disebut lebih lanjut apakah telur-telur itu mengenai para politikus AS itu. Para demonstran juga mengejar bus yang membawa delegasi AS itu. Petugas keamanan Palestina bergerak cepat melindungi delegasi AS itu. Mereka bergegas masuk ke dalam kendaraan.

Departemen Luar Negeri AS mengecam insiden ini. "Amerika Serikat jelas menentang penggunaan kekerasan atau intimidasi untuk menyampaikan pandangan politik," tegas Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

"Aksi semacam ini jelas kontraproduktif untuk kepentingan Palestina; ini hanya semakin meyakinkan bahwa warga Amerika tidak mampu mendengar atau mendengarkan perspektif Palestina," imbuh pernyataan itu.

Salah satu demonstran, Salah al-Khawaja, mengakui dirinya hadir dalam aksi protes ini untuk menunjukkan perlawanan terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. "Hari ini merupakan reaksi dari rakyat Palestina dan aktivis populer, reaksi terhadap penerimaan tak terhormat dan mengerikan (oleh perusahaan polling)," sebut Khawaja.

Kebijakan Trump atas Yerusalem memancing kemarahan di Palestina. Sejak lama, warga Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan bagi negara mereka. Langkah Trump itu melanggar konsensus internasional yang mengatur agar status Yerusalem dirundingkan antara Israel dan Palestina.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed