DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 18:51 WIB

Pejabat Kontroversial Korut Akan Hadiri Penutupan Olimpiade di Korsel

Novi Christiastuti - detikNews
Pejabat Kontroversial Korut Akan Hadiri Penutupan Olimpiade di Korsel Ilustrasi (REUTERS/Phil Noble)
Seoul - Korea Utara (Korut) akan kembali mengirimkan delegasi tinggi ke penutupan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan (Korsel). Delegasi ini akan dipimpin seorang pejabat kontroversial Korut, yang diyakini bertanggung jawab atas tragedi tenggelamnya kapal militer Korsel tahun 2010 lalu.

Upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korsel akan digelar pada Minggu (25/2) mendatang. Sama seperti saat pembukaan pada 9 Februari lalu, Korut juga akan mengirimkan delegasi ke penutupan. Namun kali ini Kim Yo-Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong-Un, tidak ikut serta.

Dituturkan Kementerian Unifikasi Korsel dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Kamis (22/2/2018), delegasi tinggi Korut itu akan dipimpin oleh Kim Yong-Chol yang menjabat Wakil Ketua Komisi Pusat Partai Pekerja Korut. Delegasi ini akan tinggal selama tiga hari di Korsel.

Diketahui bahwa Kim Yong-Chol juga memimpin Departemen Front Bersatu, kantor otoritas Korut yang bertanggung jawab menangani urusan antar-Korea. Sosok Kim Yong-Chol sendiri sebenarnya cukup kontroversial untuk Korsel.


Sebelumnya dia menjabat Kepala Biro Umum Pengintaian atau RGM yang merupakan badan intelijen militer Korut. Otoritas Korsel menganggap Kim Yon-Chol bertanggung jawab atas tragedi tenggelamnya kapal Angkatan Laut Korsel, Cheonan pada tahun 2010. Sedikitnya 46 pelaut Korsel tewas dalam tragedi itu.

Menteri Unifikasi Korsel, Cho Myoung-Gyon, menyatakan serangan torpedo yang menenggelamkan kapal militer Korsel itu dilakukan oleh Korut. Otoritas Korut telah menyangkal terlibat tragedi itu.

"Kim (Yong-Chol) bertanggung jawab atas urusan Korea Selatan, itulah mengapa kami menerimanya karena kami meyakini ini akan membantu meningkatkan hubungan antar-Korea dan menyelesaikan persoalan denuklirisasi," ucap Cho kepada parlemen Korsel.

Korsel dan AS sebenarnya memasukkan nama Kim Yong-Chol ke dalam daftar hitam karena dia mendukung program rudal dan nuklir Korut. Dengan masuk daftar hitam, dia dilarang berkunjung ke Korsel. Namun, menurut seorang pejabat kantor kepresidenan Korsel, otoritas Korsel memutuskan menerima kehadiran Kim Yong-Chol demi kebaikan Olimpiade.


Pejabat Korsel yang enggan disebut namanya ini menyatakan otoritas Korsel telah memberitahu AS soal kehadiran Kim Yong-Chol nantinya.

Selain Kim Yong-Chol, pejabat Korut lainnya, Ri Son-Gwon juga akan hadir saat penutupan Olimpiade. Ri yang juga terlibat mengurusi persoalan antar-Korea, juga mendampingi adik Kim Yo-Jong saat menghadiri upacara pembukaan Olimpiade awal Februari lalu. Delegasi Korut beranggotakan delapan orang akan datang ke Korsel via darat dan dijadwalkan bertemu Presiden Korsel Moon Jae-In. Waktu dan lokasi pertemuan itu belum diungkapkan ke publik.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed