DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 17:55 WIB

Sebelum Kim Jong-Nam Tewas, Aisyah ke Kamboja untuk Acara Lelucon TV

Novi Christiastuti - detikNews
Sebelum Kim Jong-Nam Tewas, Aisyah ke Kamboja untuk Acara Lelucon TV Siti Aisyah saat menghadiri sidang pada 22 Februari ini (AFP PHOTO/Manan VATSYAYANA)
Kuala Lumpur - Siti Aisyah, wanita Indonesia yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un, sempat berkunjung ke Kamboja sebelum bermain lelucon (prank) untuk sebuah reality show di Malaysia. Sidang kasus ini kembali dilanjutkan hari ini.

Seperti dilansir AFP, Kamis (22/2/2018), Aisyah dan terdakwa Doan Thi Huong asal Vietnam kembali disidang di Pengadilan Tinggi Shah Alam pada hari Kamis ini. Keduanya didakwa pembunuhan atas Kim Jong-Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari tahun lalu.

Dalam sidang sebelumnya, pengacara Aisyah, Gooi Soon Seng, menegaskan kliennya direkrut untuk bermain lelucon (prank) di sebuah reality show. Menurut Gooi, kliennya ditipu untuk menjadi pembunuh dadakan dalam sebuah plot yang direncanakan sekelompok agen intelijen Korut.


Gooi menyatakan kliennya sama sekali tidak menyadari jika saat itu dirinya meracuni Kim Jong-Nam. Baik Aisyah maupun Doan telah menyangkal dakwaan pembunuhan yang dijeratkan kepada mereka, yang jika terbukti bersalah, mereka bisa dihukum mati.

Diungkapkan Gooi dalam sidang sebelumnya, Aisyah ditawari ikut acara prank Jepang dengan imbalan uang. Ri Ji U, seorang agen Korut yang menyamar sebagai pria Jepang bernama James, menjadi sosok yang menawarkan uang kepada Aisyah. Aisyah berkenalan dengan Ri melalui seorang sopir taksi Malaysia bernama Kamaruddin Masiod alias John. Aisyah dan John berkenalan di sebuah kelab malam setempat pada 5 Januari 2017.

Dijelaskan Gooi dalam persidangan, acara prank itu melibatkan aksi menyusup ke belakang orang asing dan mengusapkan semacam losion ke wajah orang itu. Ternyata modus ini dimanfaatkan untuk membunuh Kim Jong-Nam, yang tewas usai wajahnya diusap racun VX oleh Aisyah dan Doan.


Dalam persidangan terbaru, Gooi juga mengungkapkan bahwa Aisyah pernah bepergian ke Phnom Penh, Kamboja, pada 21 Januari 2017 untuk melakukan prank di bandara setempat. Di Phnom Penh, Aisyah bertemu dengan Ri dan seorang pria lainnya yang dipanggil 'Mr Chang', yang aslinya merupakan warga Korut bernama Hong Song Hac.

Menurut keterangan pejabat kepolisian yang memimpin penyelidikan, Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz, disebutkan bahwa Aisyah melakukan tiga aksi prank di Bandara Kamboja. Untuk tiga aksi itu, sebut Wan Azirul, Aisyah dibayar US$ 600 (Rp 8 juta).

Sekembalinya ke Malaysia, Aisyah melakukan empat aksi prank di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada awal Februari. Usai aksi itu, Aisyah sempat memposting pesan via akun Facebook-nya. "Hari terakhir syuting, semoga saya mendapat kepercayaan mereka dan kontrak saya diperpanjang," demikian bunyi pesan Aisyah tertanggal 7 Februari 2017.

Menurut Gooi, pesan itu menjadi bukti bahwa Aisyah tidak bersalah. "Dia bangga menjadi seorang aktor, dia ditipu untuk melakukan prank," tegasnya. Namun Kepolisian Malaysia dalam argumennya meyakini Aisyah dan Doan menyadari jika mereka melakukan pembunuhan.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed