Dituturkan Kepolisian Singapura, seperti dilansir Reuters, Kamis (22/2/2018), Chew Eng Han (57) sengaja menyewa sebuah kapal untuk kabur ke Malaysia pada Rabu (21/2) waktu setempat. Dia ditangkap patroli pantai Singapura sebelum berhasil mencapai Malaysia.
Chew yang berprofesi sebagai manajer investasi ini, sebelumnya menjabat sebagai bendahara Gereja City Harvest yang sangat terkenal di Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Vonis Penjara untuk 6 Tokoh Gereja Singapura |
Chew ditangkap bersama seorang pria yang tidak disebut identitasnya di atas kapal motor dekat Pulau Ubin, Singapura bagian utara. Dia kedapatan membawa uang tunai sebesar SG$ 5 ribu saat ditangkap. Kepada petugas yang menangkapnya, Chew mengaku sedang memancing.
Penyelidikan atas insiden ini masih berlangsung. Saat ini Chew berada dalam penahanan otoritas Singapura.
Sebelumnya pada Oktober 2015, Chew bersama enam tokoh gereja City Harvest lainnya dinyatakan bersalah telah menggelapkan dana jutaan dolar Singapura untuk menyokong karier bernyanyi istri pendiri gereja itu. Dana gereja yang digelapkan mencapai SG$ 50 juta, saat ini setara Rp 509 miliar.
Chew dijatuhi vonis 6 tahun penjara, namun diperingan menjadi 3 tahun 4 bulan saat banding tahun lalu. Masa hukuman itu harus mulai dijalaninya pekan ini. Diketahui bahwa usai divonis, Chew yang membayar jaminan, diizinkan tetap di luar penjara hingga Tahun Baru China agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarganya. Namun ternyata dia berusaha kabur.
Baca juga: Enam Tokoh Gereja Singapura Didakwa Menipu |
City Harvest merupakan salah satu gereja terkaya dan terbesar di Singapura, dengan jumlah jemaat mencapai 30.000 orang untuk di Singapura saja. Gereja itu mengaku memiliki 50 afiliasi di sejumlah negara, termasuk Malaysia, Indonesia, India, Taiwan, Brunei, dan Australia.
(nvc/ita)
