DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 12:54 WIB

Trump Bantah Pernah Cium Paksa Seorang Resepsionis

Rita Uli Hutapea - detikNews
Trump Bantah Pernah Cium Paksa Seorang Resepsionis Rachel Crooks (Foto: NBC News)
Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah pernah mencium paksa seorang mantan resepsionis di depan lift Trump Tower.

Bantahan itu disampaikan Trump untuk menanggapi pemberitaan di halaman depan The Washington Post mengenai Rachel Crooks, yang pertama kali melontarkan tuduhan terkait Trump tersebut sebelum pemilihan presiden 2016 lalu.

Crooks mengatakan bahwa pada tahun 2006, ketika dirinya masih berumur 22 tahun dan menjadi resepsionis di sebuah firma investasi yang berlokasi di gedung Trump Tower, dirinya berkenalan dengan Trump di lobi gedung Trump Tower. Dikatakan Crooks, saat dirinya akan bersalaman dengan Trump, miliarder AS itu menarik tangannya dan mulai mencium dirinya.

"Dia mulai mencium saya di pipi, kemudian pipi satunya lagi," ujar Crooks di depan sekelompok wanita seperti ditulis The Washington Post dan dilansir AFP, Rabu (21/2/2018).

"Dia berbicara dengan saya di antara ciuman tersebut, menanyakan asal saya, atau apakah saya ingin menjadi seorang model. Dia tidak melepaskan tangan saya, dan kemudian dia langsung mencium bibir saya," imbuh Crooks. Menurutnya insiden itu berlangsung sekitar dua menit.

Trump pun mengomentari pemberitaan tersebut. "Seorang wanita yang tidak saya kenal, dan sepengetahuan saya, tak pernah bertemu, ada di HALAMAN DEPAN Berita Palsu Washington Post mengatakan saya mencium dia (selama dua menit!) di lobi Trump Tower 12 tahun lalu. Tak pernah terjadi!" demikian kicauan Trump di akun Twitter-nya.

"Siapa yang akan melakukan ini di tempat publik dengan kamera-kamera keamanan yang terpasang," imbuh Trump seraya bertanya mengapa The Washington Post tidak memberitakan "kisah wanita-wanita yang menerima uang untuk mengarang cerita mengenai saya?"

Crooks termasuk di antara deretan wanita yang mengaku pernah menjadi korban pelecehan seks Trump. Dia merupakan salah satu dari 16 wanita yang pengakuannya didokumentasikan dalam film dokumenter pendek berjudul '16 Women and Donald Trump' yang diproduksi Brave New Films, rumah produksi non-profit. Tiga wanita di antaranya, termasuk Crooks pernah muncul langsung di depan publik dalam konferensi pers di New York pada Desember 2017 lalu.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed