detikNews
Selasa 20 Februari 2018, 17:29 WIB

ISIS Terus Masuk ke Filipina, Pemimpin MILF Ingatkan 'Marawi Kedua'

Novi Christiastuti - detikNews
ISIS Terus Masuk ke Filipina, Pemimpin MILF Ingatkan Marawi Kedua Murad Ebrahim (AFP/Ted Aljibe)
Manila - Pemimpin kelompok pemberontak muslim terbesar di Filipina, Front Pembebasan Islamis Moro (MILF), memperingatkan potensi adanya 'Marawi kedua'. Hal ini merujuk pada aliran masuknya militan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ke wilayah Filipina.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (20/2/2018), Murad Ebrahim yang merupakan pemimpin MILF menyatakan militan pro-ISIS di wilayah Filipina terus diguyur senapan jarahan dan uang tunai. Situasi ini, menurutnya, bisa memicu serangan terbaru seperti serangan ke Marawi tahun lalu. MILF telah menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah Filipina beberapa waktu lalu.

Serbuan militan pro-ISIS selama lima bulan di Marawi, Mindanao tahun 2017 lalu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.100 orang. Murad menegaskan bahwa situasi di lapangan saat ini masih cukup 'matang' untuk serangan serupa di kota-kota Filipina lainnya, atau serangan Marawi kedua.

"Kelompok ISIS terus merasuk karena mereka terusir di Timur Tengah dan mereka ingin memiliki tempat lainnya," sebut Murad. "Kesempatan-kesempatan adanya Marawi lainnya tidak bisa dikesampingkan," imbuhnya.


Disebutkan Murad, militan ISIS yang terdesak di Irak dan Suriah terus mengalir masuk ke Filipina bagian selatan. Murad tidak menyebut jumlah pasti militan ISIS yang masuk ke Filipina. Dia hanya menyatakan militan-militan itu bergerak ke markas kuat kelompok Abu Sayyaf, yang kerap menculik warga asing dan membajak kapal. Di sana, mereka merekrut petempur-petempur baru dari komunitas-komunitas muslim terpencil.

Perekrutan ini dicurigai dilakukan untuk melancarkan serangan baru di Filipina. Murad menyebut ada dua kota yang mungkin menjadi sasaran serangan kelompok pro-ISIS di Filipina.

"Berdasarkan informasi intelijen kami sendiri, para petempur asing yang terusir dari Timur Tengah terus memasuki celah perbatasan kita dan mungkin berencana mengambil dua kota di selatan -- Iligan dan Cotabato," ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut. Kedua kota itu diketahui berjarak masing-masing 38 kilometer dan 265 kilometer dari Marawi.

Murad juga mengatakan bahwa MILF terus berupaya memerangi upaya militan pro-ISIS menyusup ke madrasah dan universitas sekuler untuk mempengaruhi ideologi mereka. "Para ekstremis ini masuk ke madrasah, mengajari para muslim muda soal Alquran versi mereka sendiri dan beberapa memasuki universitas lokal untuk mempengaruhi para mahasiswa, menanam benih kebencian dan kekerasan," kata Murad.


Menurut Murad, militan pro-ISIS juga mengeksploitasi penundaan pembahasan legislasi Bangsamoro Basic Law (BBL) yang mengizinkan komunitas muslim setempat menjalankan otonomi sendiri. Dia pun mendorong pemerintah Presiden Rodrigo Duterte untuk mempercepat pembahasan BBL.

"Jika itu (BBL) tidak diloloskan sekarang, saya pikir ini akan memicu situasi di mana kelompok-kelompok ekstremis bisa merekrut lebih banyak pengikut, karena ini akan membuktikan teori mereka bahwa tidak ada harapan dalam proses perdamaian," tutur Murad. "Mengingat mereka memiliki kemampuan untuk menyuplai uang dan kemudian mereka juga memiliki kemampuan untuk merakit peledak, bom, mereka bisa menggunakan pengikut muda untuk menjalankan rencana mereka," imbuhnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed