DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 12:45 WIB

ISIS Mengklaim Penembakan di Gereja Rusia yang Tewaskan 5 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
ISIS Mengklaim Penembakan di Gereja Rusia yang Tewaskan 5 Orang Ilustrasi (Royalty-Free/Corbis)
Moskow - Seorang pria di Dagestan, Rusia, menembaki para jemaat yang baru keluar dari gereja. Sedikitnya lima orang tewas dan lima orang lainnya luka-luka dalam penembakan yang diklaim oleh kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ini.

Dilaporkan sejumlah media Rusia yang mengutip Kementerian Kesehatan lokal, seperti dilansir Reuters, Senin (19/2/2018), penembakan ini terjadi di desa Kizlyar, kawasan Dagestan yang banyak ditinggali warga muslim Rusia pada Minggu (18/2) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan ini. Klaim itu disampaikan via kantor berita ISIS, Amaq. Namun ISIS tidak memberikan bukti lebih lanjut untuk mendukung klaim itu.

Berbagai kantor berita Rusia menyebut penembakan ini terjadi saat para jemaat gereja sedang merayakan Maslenitsa, perayaan keagamaan Kristen di Rusia yang menandai hari terakhir sebelum memasuki minggu pra-Paskah menurut kalender Ortodoks setempat.

Kantor berita TASS yang mengutip keterangan Komisi Investigasi Rusia, melaporkan pelaku penembakan telah diidentifikasi sebagai pria lokal berusia 22 tahun.

Menurut TASS, pelaku penembakan ditembak hingga tewas oleh petugas keamanan yang sedang bertugas di dekat lokasi penembakan. Sepucuk senapan berburu, sejumlah peluru dan sebilah pisau ditemukan dibawa oleh pelaku.

Laporan awal menyebut lima korban tewas semuanya berjenis kelamin perempuan. Sedangkan para korban luka, menurut kantor berita Interfax, terdiri dari dua personel dinas keamanan setempat dan dua warga sipil yang dua-duanya wanita. Tidak disebut soal satu korban luka lainnya.

Dagestan merupakan republik kecil di wilayah pegunungan Caucasus dan berbatasan dengan Chechnya, tempat Rusia melakukan pertempuran melawan separatis dan kelompok radikal setempat sejak runtuhnya Uni Soviet tahun 1991 lalu. Banyak warga di Chechnya yang dilaporkan bergabung dengan ISIS.
(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed