DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 18:16 WIB

Kapal Korut Kembali Kepergok Langgar Sanksi PBB

Novi Christiastuti - detikNews
Kapal Korut Kembali Kepergok Langgar Sanksi PBB Kapal Korut saat melanggar sanksi PBB (Courtesy Japanese Ministry of Defense via CNN)
Tokyo - Kapal tanker Korea Utara (Korut) dilaporkan kembali melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pelanggaran ini disebut sebagai pelanggaran yang ketiga kalinya dalam beberapa bulan terakhir.

Laporan pelanggaran sanksi PBB itu disampaikan oleh otoritas Jepang, seperti dilansir CNN, Kamis (15/2/2018). Otoritas Jepang merilis sejumlah foto yang diambil dari pesawat mata-mata mereka sebagai bukti pelanggaran sanksi itu.

Disebutkan otoritas Jepang bahwa foto itu menunjukkan sebuah kapal berbendera Korut bernama Rye Song Gang 1 yang berlabuh di dekat sebuah kapal lainnya pada Selasa (13/2) pagi waktu setempat. Kedua kapal itu terdeteksi di perairan berjarak 250 kilometer sebelah timur Shanghai, China.

Kapal Rye Song Gang 1 merupakan salah satu dari delapan kapal yang di bawah sanksi PBB, dilarang berlabuh di pelabuhan manapun di dunia ini.

Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri Jepang dalam pernyataannya menyatakan mereka 'mencurigai dengan kuat' bahwa kedua kapal itu terlibat aktivitas pemindahan barang di atas lautan. Resolusi yang diloloskan Dewan Keamanan PBB pada September 2017 melarang setiap negara anggota PBB untuk memfasilitasi atau terlibat dalam aktivitas pemindahan kapal-ke-kapal dengan setiap kapal berbendera Korut.

Kapal Korut Rye Song Gang 1 (atas) dan kapal Wan Heng 11 (bawah) berlayar terpisah usai melakukan aktivitas ilegalKapal Korut Rye Song Gang 1 (atas) dan kapal Wan Heng 11 (bawah) berlayar terpisah usai melakukan aktivitas ilegal Foto: CNN

Jepang tidak menyebut kapal lain yang terlibat aktivitas ilegal dengan Korut ini.

Namun database informasi perkapalan yang dikembangkan Uni Eropa dan otoritas Prancis menyebut kapal itu berbendera Belize dan bernama Wan Heng 11. Meski berbendera Belize, kapal itu dimiliki dan dikelola oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong. Para pemilik dan pengelola kapal memang terkadang mendaftarkan kapal mereka di wilayah lain demi menghindari aturan domestik.

"Saya bisa mengkonfirmasi bahwa panel telah menerima sejumlah informasi dari Jepang soal hal ini, tapi sayangnya saya tidak bisa berkomentar lebih jauh karena ini menjadi subjek penyelidikan yang tengah berlangsung," ucap koordinator panel para pakar untuk Korut pada PBB, Hugh Griffiths.

Komentar itu disampaikan Griffith kepada CNN saat ditanyai soal foto-foto yang dirilis Jepang. Dia bertugas memantau dan melaporkan pemberlakuan sanksi-sanksi PBB untuk Korut.

Ini merupakan momen ketiga dalam beberapa bulan terakhir saat kapal berbendera Korut, Rye Song Gang 1, tertangkap basah terlibat dalam aktivitas pemindahan kapal-ke-kapal di tengah lautan. Bulan lalu, Jepang juga merilis foto kapal yang sama sedang melakukan pemindahan kapal-ke-kapal. Foto itu dirilis beberapa saat setelah Departemen Keuangan Jepang merilis foto yang mirip pada 19 Oktober 2017 juga soal aktivitas ilegal Rye Song Gang 1 di perairan internasional.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed