ADVERTISEMENT

Meksiko Tahan Lebih dari 500 Imigran Ilegal yang Akan Masuk ke AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Feb 2018 17:50 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Mexico City - Otoritas Meksiko menahan lebih dari 500 imigran ilegal yang hendak masuk ke wilayah Amerika Serikat (AS). Kebanyakan imigran ilegal yang ditahan ini berasal dari Amerika Tengah.

Seperti dilansir AFP, Selasa (13/2/2018), ratusan imigran ilegal itu ditahan dalam enam operasi terpisah. Kebanyakan dari mereka diselundupkan oleh sindikat penyelundup manusia, menggunakan sejumlah truk tanpa saluran udara, tanpa makanan dan minuman.

Lebih dari 200 imigran ilegal lainnya ditemukan berdesakan di dalam enam 'rumah persembunyian' yang digunakan geng-geng kriminal di wilayah Tamaulipas, yang berbatasan dengan wilayah AS. Setiap imigran ilegal yang ingin diselundupkan ke AS, disebut membayar hingga US$ 4 ribu atau setara Rp 53,8 juta. Lebih dari 100 imigran ilegal yang ditahan ini masih di bawah umur.


Pada Sabtu (10/2) waktu setempat, Institut Migrasi Nasional Meksiko menyatakan ada 100 imigran tanpa dokumen dari Guatemala dan Honduras yang ditemukan dalam dua bus di Jalisco. Terdapat 41 anak di bawah umur di antara imigran ilegal itu. Mereka mengaku membayar masing-masing US$ 5 ribu (Rp 67,2 juta) - US$ 7 ribu (Rp 94,2 juta) agar bisa masuk ke AS secara ilegal.

Dalam operasi lainnya, sebanyak 53 imigran ilegal asal Guatemala, termasuk 13 anak-anak, ditemukan di dalam truk tanpa ventilasi di Veracruz. Total ada sembilan tersangka yang ditangkap dan dijerat dakwaan penyelundupan manusia dalam dua operasi terpisah.

Pada Minggu (11/2) waktu setempat, otoritas Meksiko menangkap 228 imigran ilegal asal Amerika Tengah dan satu imigran ilegal dari Tamaulipas, Meksiko. Kemudian pada Senin (12/2) waktu setempat, otoritas Meksiko melakukan tiga operasi berbeda. Operasi itu berujung penahanan 40 imigran asal Honduras di Veracruz, penahanan 43 imigran ilegal asal Amerika Tengah di Tamaulipas dan penahanan 41 imigran ilegal lainnya di Tabasco.


Sekitar seminggu sebelumnya, otoritas Meksiko menahan lebih dari 300 imigran ilegal asal Amerika Tengah yang hendak diselundupkan ke AS.

Penahanan terbaru ini dilakukan otoritas Meksiko saat isu imigrasi menjadi perdebatan politik sengit di Washington DC. Pada Senin (12/2) waktu setempat, Kongres AS berdebat sengit soal proposal yang diajukan Presiden AS Donald Trump soal kebijakan imigrasinya.

Dalam proposalnya, Trump menyatakan akan mengabulkan status kewarganegaraan untuk 1,8 juta imigran ilegal yang masuk ke AS saat masih anak-anak, yang terus diperjuangkan kalangan Demokrat. Namun sebagai imbalannya, Trump meminta Kongres meloloskan pengurangan imigrasi dan mengabulkan anggaran US$ 25 miliar untuk keamanan perbatasan lebih ketat, termasuk pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko.

(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT