DetikNews
Senin 12 Februari 2018, 10:31 WIB

Jasad Korban Jatuhnya Pesawat Rusia Tersebar, Penyebab Diselidiki

Novi Christiastuti - detikNews
Jasad Korban Jatuhnya Pesawat Rusia Tersebar, Penyebab Diselidiki Puing Saratov Airlines yang jatuh di Rusia (REUTERS/Stringer)
Moskow - Penyebab jatuhnya pesawat maskapai Rusia, Saratov Airlines, masih diselidiki oleh otoritas setempat. Puing dan jenazah korban ditemukan tersebar di area yang luas, memicu dugaan pesawat meledak saat masih mengudara.

Dilaporkan kantor berita Rusia, Sputnik, seperti dilansir CNN, Senin (12/2/2018), beberapa petunjuk mungkin muncul dari rekaman data penerbangan yang telah ditemukan. Rekaman data penerbangan merupakan salah satu bagian kotak hitam pesawat, yang berisi data penting seperti kecepatan dan ketinggian pesawat. Selain rekaman data penerbangan, rekaman data suara kokpit belum ditemukan karena puing-puing pesawat menyebar luas.

Pesawat jenis Antonov An-148 ini membawa 65 penumpang dan enam awak saat jatuh di Distrik Ramenskoye, Moskow, pada Minggu (11/2) waktu setempat. Seluruh 71 orang yang ada di pesawat itu dipastikan tewas. Korban tewas termasuk tiga anak-anak berusia 5 tahun, 13 tahun dan 17 tahun.


Pesawat milik maskapai domestik Rusia, Saratov Airlines, ini mengudara dari Moskow menuju kota Orsk, dekat perbatasan Kazakhstan. Pesawat dilaporkan menghilang dari radar sekitar dua hingga empat menit usai lepas landas dari Bandara Domodedovo, Rusia. Sebelum menghilang dan jatuh, pilot pesawat tidak melaporkan masalah apapun.

"Tersebarnya pecahan pesawat dan jenazah para korban tewas melingkupi wilayah yang luas; radiusnya tidak kurang dari 1 kilometer," tutur juru bicara Komisi Penyelidikan Rusia, Svetlana Petrenko.

Komisi Penyelidikan Rusia telah meluncurkan penyelidikan kriminal terkait insiden ini. Seluruh dugaan penyebab jatuhnya pesawat diselidiki. Dugaan penyebab yang dimaksud antara lain, dari kondisi cuaca, mengingat Rusia kini sedang mengalami hujan salju lebat dalam beberapa minggu terakhir, kemudian kesalahan manusia (human error) dan gangguan teknis. Tidak disebut sama sekali soal dugaan terorisme terkait insiden ini.


Lebih dari 400 personel dan 70 kendaraan dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat, untuk melakukan evakuasi korban dan penyisiran puing. Lokasi jatuhnya pesawat berada di area yang diselimuti salju tebal dan sulit diakses. Para petugas terpaksa menjangkau lokasi dengan jalan kaki.

Salah satu saksi mata, seperti dilansir media Inggris, The Sun, mengklaim terjadi ledakan saat pesawat masih di udara. "Ledakannya besar. Semua bergetar. Saya mendengar suara turbin jet. Kemudian hening," tutur seorang warga lokal di lokasi jatuhnya pesawat.

Para penyidik Rusia dilaporkan tengah menyelidiki laporan itu, terutama soal salah satu mesin pesawat meledak setelah 10 menit mengudara.


Pesawat Antonov An-148 yang jatuh itu diketahui berusia tujuh tahun dan dibeli Saratov Airlines dari sebuah maskapai Rusia lainnya sekitar setahun lalu. Maskapai Saratov Airlines sendiri berdiri pada tahun 1930-an dan terbang ke 35 kota-kota Rusia.

Puing Saratov Airlines yang jatuh di Rusia tersebar di tengah hamparan salju tebalPuing Saratov Airlines yang jatuh di Rusia tersebar di tengah hamparan salju tebal Foto: Dok. REUTERS/Stringer

(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed