Insiden ini merupakan kejadian paling serius antara Israel dan Iran sejak pecahnya perang saudara di Suriah pada tahun 2011. Ini juga pertama kalinya, Israel mengakui secara terbuka bahwa pihaknya menyerang target-target Iran di Suriah.
Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan, kedua pilot jet tempur F-16 yang jatuh dilaporkan selamat dalam insiden itu. Sebelumnya militer Israel melontarkan peringatan pada Iran bahwa pihaknya bertanggung jawab atas pesawat tak berawak atau drone yang masuk ke wilayah Israel. Israel juga telah berulang mengingatkan tentang keberadaan pasukan Iran di wilayah Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran bertanggung jawab atas pelanggaran parah kedaulatan Israel ini," cetus Conricus seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/2/2018).
Dalam statemen terpisah militer Israel disebutkan, pasukan Israel mengidentifikasi sebuah "UAV Iran" diluncurkan dari Suriah dan mencegatnya di wilayah udara Israel dengan sebuah pesawat tempur. Pesawat tempur F-16 itu jatuh di lembah Jezreel, di Israel utara.
"Selama serangan itu, beberapa rudal antipesawat ditembakkan ke pesawat IAF (Angkatan Udara Israel)," demikian statemen militer Israel.
"Pilot-pilot salah satu pesawat meloncat sebagai prosedur. Pilot-pilot itu mendarat di wilayah Israel dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis," imbuh militer Israel.
(ita/ita)











































