DetikNews
Kamis 08 Februari 2018, 19:45 WIB

Ribuan Warga Palestina dari Gaza Penuhi Perlintasan Rafah, Ada Apa?

Novi Christiastuti - detikNews
Ribuan Warga Palestina dari Gaza Penuhi Perlintasan Rafah, Ada Apa? Warga Palestina berkumpul di perlintasan perbatasan Rafah (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Gaza City - Ribuan warga Palestina memenuhi perlintasan perbatasan Rafah yang memisahkan Gaza dengan Mesir. Mereka berharap bisa meninggalkan Gaza setelah otoritas Mesir membuka sementara perlintasan perbatasan yang biasa ditutup itu.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (8/2/2018), kebanyakan warga Palestina yang ingin melintasi perbatasan Rafah berniat untuk berobat. Salah satunya Awni An-Najar (74) yang duduk di kursi roda, yang berharap bisa menjalani pengobatan untuk pinggulnya yang patah di Mesir.

"Pasien seharusnya diizinkan bepergian secara bebas. Saya ingin bisa berjalan lagi," ucap An-Najar yang didampingi istri dan anak perempuannya.

Otoritas Mesir biasanya membuka perlintasan perbatasan Rafah untuk sementara, beberapa kali dalam setahun. Namun terkadang dibukanya perlintasan perbatasan ini diumumkan mendadak dengan penjelasan minim.

Untuk kali ini, perlintasan perbatasan Rafah dibuka sejak Rabu (7/2) waktu setempat tanpa adanya pengumuman sama sekali.

"Menyampaikan terima kasih kepada Presiden Abdel-Fattah Al-Sisi untuk kepeduliannya mengurangi penderitaan rakyat Palestina," demikian pernyataan Kedutaan Besar Palestina di Kairo merujuk pada pembukaan perlintasan perbatasan Rafah ini.

Belum ada tanggapan dari Kementerian Luar Negeri Mesir terkait hal ini.

Dibukanya perlintasan perbatasan Rafah pekan ini merupakan yang kedua kali dalam satu dekade terakhir, dengan pasukan keamanan Otoritas Palestina yang menjaga sisi perbatasan Gaza. Sebelumnya hanya sayap militer Hamas yang biasanya menjaga perbatasan Gaza-Mesir.

Kesepakatan rekonsiliasi yang tercapai antara Hamas dan rivalnya, Fatah, pada Oktober lalu berujung pada penyerahan kekuasaan atas perlintasan Rafah kepada Otoritas Palestina. Hal ini merupakan yang pertama sejak Hamas menguasai Gaza pada tahun 2007. Mesir sempat membuka perlintasan Rafah untuk waktu singkat pada Desember 2017.

Warga Palestina di Gaza berharap hal itu bisa memicu langkah ke depan bagi dibukanya perlintasan Rafah secara permanen. Pembukaan permanen Rafah akan mengakhiri blokade yang diberlakukan Israel dan Mesir untuk alasan keamanan. Sejauh ini, otoritas Mesir menyatakan pembukaan permanen bergantung pada keamanan di wilayah perbatasannya, mengingat beberapa waktu terakhir marak serangan militan setempat.

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed