Seperti dilansir AFP, Sabtu (3/2/2018), pertemuan dengan pembelot Korea Utara itu berlangsung di waktu yang cukup sensitif. Melihat sebentar lagi diselenggarkaan Olimpiade Musim Dingin di Korea Setan.
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan hal provokatif Trump kepada pemimpin Korea Utara yang beberapa kali mengancam soal rudal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengalaman masa lalu telah mengajari kita bahwa kepuasan diri dan menganggap remeh hanya mengundang agresi dan provokasi. Saya tidak akan mengulang kesalahan pemerintahan sebelumnya yang membawa kita ke dalam posisi berbahaya ini," tegas Trump dalam pidato kenegaraan yang biasa disebut State of the Union (SOTU) ini.
"Kita hanya perlu melihat karakter bejat rezim Korea Utara untuk memahami sifat ancaman nuklir yang bisa ditimbulkan bagi Amerika dan bagi sekutu-sekutu kita," imbuhnya.
Seong-Ho yang penyandang disabilitas kemudian disiksa otoritas Korut setelah kembali dari kunjungan singkat ke China. Dia dicurigai bertemu dengan para misionaris Kristen, yang biasa membantu pembelot Korut. Ji memang bertemu dengan para misionaris itu dan bertekad untuk bebas. (nkn/nkn)










































