DetikNews
Jumat 02 Februari 2018, 18:39 WIB

Malaysia Larang Film Kontroversial Bollywood 'Padmaavat'

Novi Christiastuti - detikNews
Malaysia Larang Film Kontroversial Bollywood Padmaavat Deepika Padukone menjadi aktris utama dalam film kontroversial Bollywood yang berjudul Padmaavat ini (Istimewa)
Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia melarang penayangan film kontroversial Bollywood 'Padmaavat' di negaranya. Film yang dibintangi aktris terkenal Bollywood, Deepika Padukone itu, dianggap memberikan gambaran negatif seorang sultan muslim.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (2/2/2018), pemerintah Malaysia menolak penggambaran karakter Sultan Alauddin Khilji dalam film tersebut. Film ini sendiri mengisahkan sosok Padmavati yang merupakan sosok Ratu Hindu abad ke-14 dan sang Sultan muslim yang menginvasi Hindustan.



"Beliau (Sultan Alauddin Khilji-red) digambarkan sebagai seorang Sultan yang arogan, kejam, tidak manusiawi, licik dengan banyak muslihat, tidak bisa dipercaya, dan yang tidak melaksanakan ajaran Islam secara penuh," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Malaysia.

Kementerian Dalam Negeri Malaysia menegaskan, pihak Badan Sensor Film telah memutuskan film itu 'tidak disetujui untuk tayang' di seluruh bioskop di Malaysia. Permohonan banding dari pihak distributor film itu telah ditolak oleh Badan Sensor Film Malaysia pada Selasa (30/1) pekan ini.


Film-film Bollywood sangat populer di Malaysia, yang sekitar 7 persen dari 32 juta jiwa penduduknya merupakan etnis India.

Film 'Padmaavat' sendiri telah sejak lama menuai kontroversi dan protes di negeri asalnya, India. Kontroversi bahkan muncul sejak film itu masih dalam tahap pengambilan gambar. Kelompok radikal di India yang memprotes film ini menyebut film 'Padmaavat' telah keliru menggambarkan adegan intim antara Padmavati dan Khilji, dua tokoh utamanya. Produser telah menegaskan film ini menggambarkan sosok Padmavati secara terhormat.

Meski sarat kontroversi, film 'Padmaavat' tetap diperbolehkan tayang di India. Hal ini dikarenakan pada 23 Januari lalu, Mahkamah Agung India menolak gugatan pemerintah wilayah Rajasthan dan Madhya Pradesh yang meminta film itu dilarang tayang. Mahkamah Agung menekankan aksi pelarangan film jelas melanggar kebebasan kreativitas.

Kemudian pada awal Januari, Badan Pusat Sertifikasi Film India (CBFC), yang mengatur soal sensor dan sertifikasi film, mengizinkan 'Padmaavat' untuk tayang di bioskop-bioskop mulai 25 Januari. CBFC mengizinkan film kontroversial itu tayang dengan sejumlah pemotongan adegan. Tidak hanya itu, CBFC juga meminta agar judul film itu diubah dari 'Padmavati' menjadi 'Padmavat' lalu 'Padmaavat'.


Untuk memprotes keputusan itu, ratusan orang menggelar unjuk rasa besar-besaran di India, yang diwarnai aksi perusakan di sejumlah mal dan pembakaran kendaraan. Meski diwarnai protes, penayangan film 'Padmaavat' di India dilaporkan telah meraup keuntungan hingga 1,43 miliar atau setara Rp 299 miliar dalam waktu tujuh hari.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed