Pembunuh Berantai di Kanada 'Kubur' Jasad Korban di Pot Tanaman

Pembunuh Berantai di Kanada 'Kubur' Jasad Korban di Pot Tanaman

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 31 Jan 2018 17:06 WIB
Pembunuh Berantai di Kanada Kubur Jasad Korban di Pot Tanaman
Bruce McArthur (CBC News)
Toronto - Kepolisian Toronto, Kanada menangkap seorang pria paruh baya yang dicurigai menjadi pembunuh berantai. Pria bernama Bruce McArthur ini dicurigai membunuh sejumlah pria dan 'mengubur' potongan tubuh korbannya di dalam pot-pot tanaman berukuran besar.

McArthur berprofesi sebagai landscaper atau ahli pembuat taman atau kebun di rumah-rumah warga. Otoritas Kanada menyatakan, seperti dilansir CNN, Rabu (31/1/2018), McArthur (66) dijerat dakwaan pidana untuk lima pembunuhan. Motif pembunuhan ini belum diungkap ke publik.

Otoritas setempat memperkirakan jumlah korban kekejian McArthur masih bisa bertambah. "Kami meyakini masih ada yang lain dan saya tidak tahu ada berapa banyak lagi nantinya," ucap detektif divisi pembunuhan dari Kepolisian Toronto, Sersan Hank Idsinga, kepada wartawan setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian setempat menduga McArthur menyembunyikan beberapa jenazah korbannya yang dimutilasi, di dalam pot-pot tanaman berukuran besar di rumah-rumah dan properti yang pernah menggunakan jasanya sebagai ahli pembuat taman. Kepolisian Toronto telah mengidentifikasi lebih dari 30 properti yang pernah menggunakan jasa McArthur. Polisi mendorong para pemilik properti itu untuk memberikan keterangan kepada mereka.


Seperti dilansir media lokal Kanada, globalnews.ca, Kepolisian Toronto awalnya menemukan tiga jenazah manusia tanpa identitas dan dalam kondisi dimutilasi di dalam sejumlah besar pot tanaman di sebuah rumah di kawasan Mallory Crescent, Toronto bagian timur. Sumber-sumber menuturkan kepada globalnews.ca bahwa tiga bagian torso dan sejumlah potongan tubuh lainnya ditemukan di dalam pot-pot tanaman berukuran besar itu.

Pekan ini, Kepolisian Toronto kembali menyita sejumlah pot tanaman dari tiga rumah berbeda di kawasan Toronto dan sekitarnya.

Kepolisian Toronto menetapkan McArthur sebagai pembunuh berantai. "Dia seorang pembunuh berantai -- terduga pembunuh berantai," sebut Idsinga dalam pernyataannya. "Kota Toronto tidak pernah melihat yang seperti ini. Segala upaya dikerahkan, semua yang kami punya. Saya menyebutnya sebagai jenis penyelidikan yang belum pernah ada sebelumnya," imbuhnya.


Kelima korban diidentifikasi sebagai Majeed Kayhan (58), Dean Lisowick (47), Soroush Mahmudi (50), Selim Esen (44) dan Andrew Kinsman (49).

Disebutkan CNN bahwa Kayhan menghilang sejak Oktober 2012, sedangkan Lisowick tidak pernah dilaporkan hilang namun diyakini dibunuh antara Mei 2016 hingga Juli 2017. Sementara Mahmudi menghilang sejak Agustus 2015, lalu Esen menghilang sejak April 2017 dan Kisnman terakhir kali terlihat pada Juni 2017.

Para penyidik kepolisian awalnya mengira para korban McArthur berasal dari 'Gay Village', sebuah kawasan di Toronto yang banyak dihuni populasi homoseksual. Namun bukti baru yang ditemukan mementahkan praduga itu. "Dua korban terakhir tidak cocok dengan profil korban-korban sebelumnya. Ini mencakup lebih luas dari komunitas gay. Ini mencakup seluruh kota Toronto," ujar Idsinga.

McArthur akan mulai disidang pada 14 Februari mendatang.

(nvc/ita)


Berita Terkait