Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/1/2018), kedutaan di Amman sedang dalam proses "pembukaan kembali secara bertahap".
Sebelumnya pada 23 Juli 2017 lalu, seorang penjaga keamanan untuk Kedutaan Israel menembak mati seorang pekerja Yordania, yang menikamnya di punggung dengan sebuah obeng setelah datang ke sebuah apartemen untuk memasang furnitur. Seorang warga Yordania lainnya, yakni pemilik apartemen tersebut, juga tewas -- tampaknya karena ketidaksengajaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Yordania kemudian menyatakan tak akan mengizinkan staf kedutaan kembali sampai Israel melakukan penyelidikan serius dan menyampaikan permintaan maaf. Kementerian Kehakiman Israel pada Agustus 2017 lalu menyatakan bahwa kepolisian tengah melakukan "pemeriksaan" atas insiden penembakan warga Yordania tersebut.
Pada 18 Januari lalu, pemerintah Yordania menyatakan Israel telah meminta maaf atas pembunuhan kedua warga Yordania tersebut, serta pembunuhan seorang hakim Yordania oleh seorang tentara Israel di perbatasan kedua negara pada tahun 2014. Pemerintah Israel juga setuju untuk memberikan kompensasi pada keluarga ketiga korban tersebut.
PM Netanyahu menyatakan, Israel telah menyampaikan penyesalan atas penembakan pada Juli tersebut dan setuju untuk menyerahkan kompensasi pada pemerintah Yordania.
Sementara itu sumber pemerintah Yordania mengatakan pada AFP bahwa "sebuah tim teknis Israel terus berhubungan dengan Kementerian Luar Negeri Yordania ... sebagai persiapan untuk kembalinya staf Kedutaan Israel ke Amman." Namun tidak disebutkan kapan waktunya.
(ita/ita)











































