Pria AS Meninggal 3 Minggu Usai Menangkan Lotre Rp 13 Miliar

Pria AS Meninggal 3 Minggu Usai Menangkan Lotre Rp 13 Miliar

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 30 Jan 2018 15:35 WIB
Pria AS Meninggal 3 Minggu Usai Menangkan Lotre Rp 13 Miliar
Donald Savastano (Foto: FOX 40 News WICZ-TV)
New York - Seorang pria di New York, Amerika Serikat meninggal dunia hanya tiga pekan setelah dirinya memenangkan hadiah lotre bernilai fantastis. Pria berumur 51 tahun itu meninggal akibat penyakit kanker.

Donald Louis Savastano asal Queens, New York meraih hadiah lotre Merry Millionaire US$ 1 juta (sekitar Rp 13 miliar) pada 4 Januari lalu. Namun tragis, seperti dilansir News.com.au, Selasa (30/1/2018), baru-baru ini pria itu didiagnosa menderita kanker stadium dan meninggal secara mendadak pada Jumat (26/1) lalu.

Tidak disebutkan lebih detail mengenai penyakit kanker yang diderita pria itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya saat memenangkan lotre, Savastano mengatakan pada media WBNG-TV bahwa dia akan berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang kayu. Uang tersebut juga akan digunakannya untuk membayar utang-utang.

"Saya akan membeli sebuah truk baru, melunasi sejumlah utang dan berinvestasi untuk masa depan," tutur Savastano saat itu.

Menurut berita kematian (obituary) yang dirilis akhir pekan lalu oleh Rumah Pemakaman Lester R Grummons, Savastano lahir pada 30 Oktober 1966 dan tumbuh di Long Island. Dia digambarkan sebagai pekerja kerja yang suka menolong orang lain.

"Dia selalu mencoba untuk menjangkau dan membantu orang-orang yang dia bisa dengan mengajari mereka 'cara yang benar untuk melakukan sesuatu'," demikian menurut obituary.

"Don dianggap sebagai orang yang luar biasa dan bahkan malaikat bagi mereka yang mengenalnya dan akan sangat dirindukan," demikian obituary tersebut.

Dalam obituary juga disampaikan ucapan terima kasih khusus untuk rumah sakit Bassett Hospital dan Tri-Town ER yang telah merawat Savastano di hari-hari terakhirnya. Keluarga Savastano pun menyampaikan akan memberikan donasi untuk organisasi Masyarakat Kanker Amerika. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads