DetikNews
Selasa 30 Januari 2018, 12:06 WIB

Beberapa Hari Sebelum Tewas, Kim Jong-Nam Temui WN AS di Langkawi

Novi Christiastuti - detikNews
Beberapa Hari Sebelum Tewas, Kim Jong-Nam Temui WN AS di Langkawi Ilustrasi (detikcom/Edi Wahyono)
Kuala Lumpur - Mendiang Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un, terungkap pernah bertemu seorang warga negara Amerika Serikat (AS) di Malaysia sebelum dia dibunuh. Hal ini terungkap dalam sidang terbaru kasus pembunuhan Kim Jong-Nam dengan salah satu terdakwa seorang WNI.

Dua wanita yang menjadi terdakwa dalam kasus ini, yakni Siti Aisyah dari Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam, didakwa pasal pembunuhan bersama empat warga Korut yang kini buron. Jaksa yang menangani perkara ini mendakwa kedua terdakwa mengusap wajah Kim Jong-Nam dengan racun VX, bahan kimia mematikan di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.

Pengacara kedua terdakwa menyatakan klien mereka berpikir sedang ikut acara lelucon (prank) sebuah reality show, saat pembunuhan terjadi. Baik Aisyah maupun Doan terancam hukuman mati jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan Malaysia.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (30/1/2018), dalam sidang yang digelar Senin (29/1) kemarin, kepala penyidik kepolisian, Wan Azirul Nizam yang memimpin penyelidikan kasus pembunuhan ini memberikan keterangan dalam persidangan. Diungkapkan Wan Azirul bahwa Kim Jong-Nam tiba di Malaysia pada 6 Februari. Sekitar dua hari kemudian, Kim Jong-Nam mengunjungi Pulau Langkawi, tempat wisata di pantai barat Malaysia.


Di salah satu hotel di Pulau Langkawi, Kim Jong-Nam diketahui bertemu seorang warga AS. Pertemuan itu terjadi pada 9 Februari 2017. Namun Wan Azirul tidak mampu mengkonfirmasi rincian soal warga AS tersebut. Wan Azirul mengaku tidak ingat nama hotel tempat Kim Jong-Nam tinggal di Langkawi. Dia juga mengaku tidak tahu nama warga AS yang ditemui Kim Jong-Nam saat itu.

"Hingga hari ini, identitas orang yang dimaksud tidak bisa didapatkan," sebut Wan Azirul dalam persidangan.

Hal itu disampaikan Wan Azirul setelah pengacara Aisyah, Gooi Soon Seng, bertanya soal laporan surat kabar Jepang, Asahi Shimbun pada Mei 2017 lalu yang menyebut Kim Jong-Nam sempat bertemu seorang agen intelijen AS di Langkawi. Laporan itu menyebut Kim Jong-Nam menyerahkan sejumlah besar data kepada agen intelijen AS itu. Asahi Shimbun mengutip analisis forensik Malaysia terhadap laptop yang ditemukan di ransel yang dibawa Kim Jong-Nam di hari kematiannya.

Dalam keterangannya di persidangan, Wan Azirul membenarkan bahwa laptop Kim Jong-Nam dikirimkan ke laboratorium forensik di Kuala Lumpur untuk diteliti. Salah satu hasilnya, menurut Wan Azirul, menunjukkan laptop itu terakhir kali diakses pada 9 Februari.


Laporan forensik menunjukkan beberapa data diakses dari sebuah USB yang dipasangkan ke dalam laptop itu pada hari yang sama. Namun Wan Azirul mengaku tidak tahu pasti apakah saat itu Kim Jong-Nam memang menyerahkan data atau pertemuan itu terkait dengan pembunuhan di bandara beberapa hari kemudian.

Menanggapi keterangan Wan Azirul, Gooi menudingnya sengaja mengelak. "Ayolah, Anda benar-benar lupa? Anda bilang Anda menyelidikinya tapi Anda lupa semuanya? Hotel yang sama? Untuk apa penyelidikan ini, jika bukan terkait kasus ini?" tegasnya. Sidang akan dilanjutkan Selasa (30/1) ini.

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed