Seperti dilansir AFP, Senin (29/1/2018), warga Gaza bernama Abdul Karim al-Kafarnah ini tinggal di distrik Beit Hanoun, Jalur Gaza, dekat perbatasan Israel. Temuan itu didapat Kafarnah usai hujan deras mengguyur dan dia menemukan aliran air yang tidak biasa ke sebuah lubang di kebunnya.
Sejak konflik pecah antara militer Israel dan Hamas -- yang menguasai Gaza -- tahun 2014, kawasan itu mengalami gempuran terus-menerus oleh militer Israel. Rumah keluarga Kafarnah hancur akibat gempuran itu dan kawasan sekitarnya dipenuhi lubang atau kawah besar di tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menemukan tempat ini saat air mengalir ke dalam," tutur Kafarnah kepada AFP. "Saya mengangkat batu (yang menutupnya) dan bau pengap keluar (dari dalam)," imbuhnya.
Votive lamp yang ditemukan Kafarnah di dalam makam kuno di halamannya Foto: AFP Photo/MOHAMMED ABED |
Kafarnah memberanikan diri turun ke bawah makam kuno itu dan di dalamnya dia menemukan total sembilan kuburan. Tumpukan tulang manusia ditemukan di beberapa makam itu. Dia menduga satu makam berisi lebih dari satu jenazah.
Dalam kompleks makam kuno itu, Kafarnah juga menemukan sejumlah votive lamp dan beberapa tembikar -- barang-barang dari tanah liat yang dibakar.
Secara terpisah, ahli arkeologi yang berbasis di Gaza, Ayman Hassouna, menyebut temuan makam kuno itu diperkirakan berasal dari era Romawi sekitar 2 ribu tahun lalu. "Metode penguburan dan penggalian di makam ini berasal dari periode Romawi, tapi mungkin metode itu terus digunakan hingga awal periode Bizantium atau Romawi Timur (sekitar abad ke-5 hingga ke-7 Masehi)," sebut Hassouna.
Sedangkan Profesor Jodi Magness, ahli arkeologi dari University of North Carolina, menyebut makam kuno semacam itu relatif wajar ditemukan di Tanah Suci pada periode antara 100 Sebelum Masehi dan 100 Masehi, dan kemudian antara 300 hingga 500 Masehi. "Biasanya, ini merupakan makam keluarga, atau terkadang kompleks makam yang lebih besar dibagi untuk beberapa keluarga," tutur Magness kepada AFP.
Gaza diketahui sebagai kawasan pelabuhan makmur pada era Romawi dan era awal Bizantium. Banyak monumen kuno di kawasan ini yang hilang dan tak diketahui lokasinya.
(nvc/ita)












































Votive lamp yang ditemukan Kafarnah di dalam makam kuno di halamannya Foto: AFP Photo/MOHAMMED ABED