Disebut Trump Tak Hormati AS, Ini Respons Palestina

Disebut Trump Tak Hormati AS, Ini Respons Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 26 Jan 2018 18:05 WIB
Disebut Trump Tak Hormati AS, Ini Respons Palestina
Bendera Palestina di markas PBB (REUTERS/Andrew Kelly)
Ramallah - Palestina menolak mentah-mentah tudingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Palestina tidak menghormati AS dengan menolak bertemu Wakil Presiden Mike Pence. Pejabat senior Palestina balik menuding Trump sebagai 'penindas'.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di sela-sela menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pekan ini, Trump menuding Palestina tidak menghormati AS dengan tidak menemui Wapres Pence yang berkunjung ke Israel, pekan lalu.

Seperti dilansir AFP, Jumat (26/1/2018), juru bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas menegaskan bahwa otoritas Palestina tidak akan menemui pejabat pemerintahan AS hingga AS mencabut pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika pemerintahan Amerika tidak mencabut kembali keputusan mereka untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka mereka akan tetap berada di luar meja (perundingan)," tegas juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeina, dalam pernyataannya.


Seorang pejabat senior Palestina lainnya, Hanan Ashrawi, turut memberikan komentarnya untuk Trump. "Tidak menemui penindas Anda bukanlah wujud tidak hormat, tapi wujud menghormati diri sendiri," ucap Ashrawi kepada AFP.

Trump kembali menyinggung soal dana bantuan AS untuk Palestina, saat membahas Palestina dengan PM Netanyahu.

"Kami memberi mereka (Palestina-red) ratusan juta dolar AS ," ujar Trump. "Uang itu tak akan sampai ke mereka hingga mereka duduk bersama dan merundingkan perdamaian," imbuhnya.


Beberapa waktu lalu, AS menahan dana US$ 65 juta (setara Rp 986 miliar) yang merupakan bantuan untuk Badan PBB yang kemudian akan diserahkan untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA. Dana itu merupakan bagian dari total dana bantuan US$ 125 juta yang harus dibayarkan AS ke UNRWA. AS sendiri baru membayar angsuran pertama sebesar US$ 60 juta (Rp 800 miliar) tahun 2017 lalu.

Otoritas Palestina sendiri membekukan hubungan dengan AS usai Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017. Palestina selama ini melihat Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka. Namun Israel mencaplok Yerusalem Timur dan menyatakan kota Yerusalem secara utuh sebagai ibu kota abadi dan tidak terbagi.

(nvc/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads