Dilansir AFP, Jumat (26/1/2018), peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/1) waktu setempat.
Jam itu adalah sebuah metafora yang menggambarkan jarak antara umat manusia dengan kehancuran bumi. Jaraknya kini telah maju 30 detik dari sebelumnya, artinya lebih dekat ke kiamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jarum Jam Kiamat Semakin Mendekati Tengah Malam
2017 dikatakannya sebagai tahun "berbahaya dan kaos (chaos)". "Kami melihat bahasa yang sembrono dalam ranah nuklir, kini telah memanas di situasi yang berbahaya," kata Rachel Bronson.
Perempuan ini menyebut beberapa contoh soal situasi yang dia maksud, yakni rangkaian uji coba nuklir Korea Utara, penambahan komitmen untuk senjata nuklir di China, Pakistan, dan India, serta pernyataan Trump yang tak bisa diprediksi.
Jam Kiamat dibuat pada 1947 oleh Bulletin of The Atomic Scientists. Jam ini telah berganti sebanyak 20 kali sejak saat itu. Jam ini pernah menunjukkan angka dua menit menuju 'tengah malam kehancuran' pada 1953, dan 17 menit menuju tengah malam pada 1991. Tahun lalu, jam ini bergerak dari tiga menit menjadi dua setengah menit menuju tengah malam. (dnu/dnu)











































