Trump: Palestina Tolak Kedatangan Wapres AS, Uang Bantuan Ditahan

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 26 Jan 2018 05:24 WIB
Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Palestina tak menghormati Amerika Serikat (AS). Palestina juga tak mau diajak duduk bareng dan melakukan negosiasi damai, maka duit bantuan ditahan oleh Trump.

Dilansir AFP, Jumat (26/1/2018), Trump menyatakan hal ini pada Kamis (25/1) waktu setempat. Uang bantuan AS yang tak dialirkan ke Palestina berjumlah ratusan juta dolar.

Baca juga: Trump Resmi Bekukan Sumbangan Rp 865 M untuk Rakyat Palestina

"Mereka tak menghormati kami sepekan lalu dengan tak mengizinkan Wakil Presiden kami yang terhormat untuk melihat mereka," kata Trump saat pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Davos, Swis.

"Kami beri mereka (Palestina) ratusan juta," imbuhnya. "Uang itu tak akan mengalir ke mereka kecuali mereka duduk dan bernegosiasi damai," kata dia lagi.

Warga Palestina geram dengan keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal puluhan tahun sebelumnya kedua belah pihak setuju untuk merundingkan masalah ini. Menghadapi tekanan di dalam negeri, pemimpin Palestina Mahmoud Abbas menanggapi dengan membatalkan rencana pertemuan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence.

Selama pertemuan dengan Netanyahu di Davos, Trump mencoba meyakinkan dunia Arab yang skeptis bahwa dirinya bisa menjadi perantara yang jujur.

Baca juga: Pejabat Palestina: Kami Tak Akan Sambut Kedatangan Mike Pence

"Kami punya proposal perdamaian. Ini proposal yang hebat untuk Palestina," klaim Trump. Dia menyatakan Israel juga akan ditekan untuk membuat konsesi.

Namun Trump juga mengatakan akan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem sesegera mungkin, paling lambat tahun depan. "Kami mengantisipasi mendapat versi kecil dari yang sudah dibuka sekarang, mungkin tahun depan," kata Trump.

Netanyahu menyambut baik sikap Trump ini. Dia menilai ini adalah keputusan bersejarah, "mengakui sejarah, mengakui kenyataan yang pasti, dibangun di atas kebenaran". (dnu/dnu)