Juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/1/2018), para pencari suaka yang diusir Jerman itu terdiri dari para pria, yang kebanyakan adalah pemuda, yang beberapa di antaranya telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka dengan tinggal di luar Afghanistan sebelum dideportasi.
Mereka tiba di Bandara Internasional Kabul dengan menaiki pesawat carter. Menurut stasiun televisi regional Jerman, WDR, penerbangan tersebut bertolak dari kota DΓΌsseldorf, Jerman pada Selasa (23/1) malam waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Berlin menyatakan, mereka yang dideportasi ke Afghanistan tersebut adalah para kriminal yang telah menjalani masa tahanan mereka ataupun orang-orang yang dianggap berbahaya karena mereka diduga terkait radikalisme. Pemerintah Berlin menegaskan, Afghanistan cukup aman bagi para pencari suaka yang ditolak tersebut.
Namun pengusiran ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Afghanistan, dengan tingginya jumlah korban jiwa warga sipil dan meningkatnya ancaman serangan dalam beberapa hari terakhir. Akhir pekan lalu, sebuah hotel mewah di ibu kota Kabul diserang sekelompok pria bersenjata. Sedikitnya 22 orang tewas dalam serangan yang diklaim oleh kelompok militan Taliban itu. Sebagian besar korban tewas adalah warga asing. (ita/ita)











































