DetikNews
Rabu 24 Januari 2018, 15:22 WIB

Film Kontroversial Bollywood Boleh Tayang, Kerusuhan Pecah di India

Novi Christiastuti - detikNews
Film Kontroversial Bollywood Boleh Tayang, Kerusuhan Pecah di India Kerusuhan pecah di Ahmedabad setelah film Padmaavat boleh tayang (AFP)
New Delhi - Film kontroversial Bollywood, Padmaavat, kembali memicu aksi protes setelah diperbolehkan tayang di India. Ratusan orang menggelar unjuk rasa besar-besaran di Ahmedabad, India yang diwarnai aksi perusakan di sejumlah mal dan pembakaran kendaraan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/1/2018), aksi protes terbaru ini muncul sejak Selasa (23/1) waktu setempat dan berlanjut hingga malam hari di kota Ahmedabad, yang merupakan basis utama Perdana Menteri India Narendra Modi. Ratusan demonstran yang ikut unjuk rasa melakukan serangkaian aksi kekerasan untuk menghentikan penayangan film kontroversial itu, yang dijadwalkan mulai Kamis (25/1) besok.

Kepolisian setempat menyatakan, ratusan demonstran menyerang toko-toko di sejumlah mal atau pusat perbelanjaan setempat. Demonstran juga membakar total 50 sepeda motor dan merusak lebih dari 150 mobil di Ahmedabad.


Menteri Wilayah Gujarat, Pradipsinh Jadeja, menyebut ada 10 orang yang ditangkap pada Selasa (23/1) waktu setempat, terkait aksi kekerasan itu. Sedangkan kepolisian setempat menyebut ada 500 tersangka yang didata terlibat kerusuhan dan terlibat perkumpulan tanpa izin di berbagai wilayah Gujarat.

"Ini merupakan elemen antisosial yang berusaha mengganggu perdamaian di wilayah ini. Mereka harus ditindak tegas," ucap Jadeja kepada wartawan setempat. Otoritas setempat pun meningkatkan pengamanan menjelang penayangan film kontroversial ini.

Awal bulan Januari ini, Badan Pusat Sertifikasi Film India (CBFC), yang mengatur soal sensor dan sertifikasi film, mengizinkan 'Padmaavat' untuk tayang di bioskop-bioskop mulai 25 Januari besok. CBFC mengizinkan film kontroversial itu tayang dengan sejumlah pemotongan adegan. Tidak hanya itu, CBFC juga meminta agar judul film itu diubah dari 'Padmavati' menjadi 'Padmavat' lalu 'Padmaavat'.

Saksikan video 20detik untuk melihat kerusuhan penolakan film 'Padmaavat' di sini:

[Gambas:Video 20detik]




Film 'Padmaavat' sendiri mengisahkan tentang Padmavati yang merupakan sosok Ratu Hindu abad ke-14 -- yang diklaim berkasta tertinggi, Rajput -- dan seorang penguasa muslim, Alauddin Khilji, yang menginvasi Hindustan. Film ini menampilkan dua bintang Bollywood terkenal, yakni aktris Deepika Padukone dan aktor Ranveer Singh, yang memerankan kedua tokoh tersebut.

Kontroversi film 'Padmaavat' muncul sejak lama, bahkan sejak film itu masih dalam tahap pengambilan gambar. Kelompok radikal yang memprotes film ini menyebut film 'Padmaavat' salah telah menggambarkan adegan intim antara Padmavati dan Khilji, dua tokoh utamanya. Produser film ini telah membantah tudingan itu dan menegaskan film ini menggambarkan sosok Padmavati secara terhormat.

Pada November 2017 lalu, pengadilan tinggi India menolak permohonan banding seorang pengacara yang menuntut pelarangan pemutaran dan peredaran film itu. Kemudian pada Selasa (23/1) waktu setempat, Mahkamah Agung India menolak gugatan pemerintah wilayah Rajasthan dan Madhya Pradesh yang meminta film itu dilarang tayang. Mahkamah Agung menekankan aksi pelarangan film jelas melanggar kebebasan kreativitas.



(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed