Media-media lokal melaporkan, remaja tersebut tidak melawan ketika polisi menangkapnya. Tidak disebutkan identitas remaja tersebut.
Insiden itu terjadi di sebuah sekolah di kota Luenen, bagian barat negara bagian North Rhine-Westphalia pada Selasa (23/1) sekitar pukul 08.00 waktu setempat.
Dalam sebuah pernyataan bersama seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/1/2018), kepolisian dan kejaksaan Dortmund menyatakan pelaku dikenal oleh otoritas karena perilaku agresifnya. Dia datang ke sekolah itu bersama ibunya untuk menghadiri sebuah pertemuan. Saat menunggu dimulainya pertemuan, dia diduga berhadapan dengan teman sekelasnya yang berumur 14 tahun dan menyerangnya. Pelaku sebelumnya telah beberapa kali bertengkar dengan korban.
Menteri regional Herbert Reul menyatakan terguncang akan kematian murid sekolah tersebut.
Menurut harian lokal, Bild, pelaku menikam korban di bagian lehernya dengan sebilah pisau. Pembunuhan itu dilakukan di depan ibu pelaku.
Belum diketahui motif penyerangan tersebut. "Penyelidikan masih berlangsung," kata kepolisian mengenai pembunuhan di sekolah Kaethe Kollwitz yang memiliki 1.000 murid tersebut.
Menurut media-media Jerman, baik pelaku maupun korban sama-sama warga Jerman. Namun pelaku juga memegang kewarganegaraan Kazakhstan. (ita/ita)











































