"Salah satu tentara heroik kita menjadi martir selama pertempuran dengan para milisi Kurdi dari milisi People's Protection Units (YPG) di sebelah tenggara kota perbatasan Turki, Gulbaba di Kilis pada Senin (22/1)," demikian statemen militer Turki seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/1/2018).
Turki mulai melancarkan operasi militer yang diberi nama "Olive Branch" tersebut pada Sabtu (20/1) waktu setempat. Ini merupakan intervensi besar Turki yang kedua dalam perang saudara di Suriah yang telah berlangsung tujuh tahun.
Dalam operasi militernya, Turki bermaksud mengusir para milisi YPG dari wilayah Afrin. Pemerintah Turki memandang YPG sebagai cabang kelompok Kurdi terlarang, Kurdistan Workers' Party (PKK), yang telah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Turki selama puluhan tahun. PKK juga dinyatakan sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu-sekutu Baratnya.
Sebelumnya Turki melancarkan operasi militer di Suriah pada Agustus 2016 hingga Maret 2017 lalu. Operasi militer tersebut bertujuan mengusir para militan ISIS dan YPG di wilayah timur Afrin. Total 72 tentara Turki tewas selama operasi militer tersebut. (ita/ita)











































