DetikNews
Senin 22 Januari 2018, 16:20 WIB

AS Masih Shutdown, Patung Liberty Dibuka Lagi dengan Dana Khusus

Novi Christiastuti - detikNews
AS Masih Shutdown, Patung Liberty Dibuka Lagi dengan Dana Khusus Suasana di dermaga New York yang biasa melayani kapal feri menuju lokasi Patung Liberty pada 21 Januari 2018 (REUTERS/Shannon Stapleton)
New York - Patung Liberty di New York, Amerika Serikat (AS) yang sempat tutup karena pemerintah AS mengalami shutdown, akan kembali dibuka pada Senin (22/1) waktu setempat. Dana khusus dari negara bagian New York akan digunakan untuk membiayai operasionalnya selama shutdown berlangsung.

Pemerintah federal AS tutup sejak Sabtu (20/1) setelah gagal tercapai kesepakatan di Senat AS, untuk meloloskan rencana anggaran pengganti atau 'stopgap spending-bill'. Rencana anggaran pengganti ini sebelumnya diloloskan oleh House of Representatives (DPR AS) pada Kamis (18/1) malam waktu AS.



Rencana anggaran pengganti mengatur dana tambahan agar pemerintah federal AS bisa terus berjalan hingga 16 Februari nanti. Dengan tidak diloloskannya rencana anggaran, maka anggaran pemerintah AS tertahan. Dengan kata lain, tidak ada dana yang bisa digunakan untuk membiayai operasional pemerintahan selanjutnya.

Dampak dari hal ini, banyak layanan pemerintah termasuk taman nasional, museum atau monumen bersejarah AS tidak bisa beroperasi. Kawasan Patung Liberty juga termasuk yang tidak bisa beroperasi. Kawasan ini tutup sementara sejak Sabtu (20/1) waktu setempat.

[Gambas:Video 20detik]


Pada Minggu (21/1) waktu setempat, Gubernur New York State Andrew Cuomo mengumumkan kawasan Patung Liberty akan kembali dibuka pada Senin (22/1). Cuomo menyatakan, pemerintah negara bagian New York telah mendapatkan dana khusus untuk membiayai operasional Patung Liberty.

"Kita tidak akan diam saja saat simbol kebebasan dan kesempatan, menjadi muram," ucap Cuomo dalam pernyataannya via Twitter, seperti dilansir AFP, Senin (22/1/2018).

Disebutkan Cuomo bahwa pemerintah negara bagian New York akan membayar biaya operasional US$ 65 ribu (Rp 854 juta) setiap harinya, kepada para pekerja federal yang bekerja di kawasan Patung Liberty. Biasanya operasional kawasan ini menggunakan dana federal AS.

Cuomo menyebut penutupan operasional Patung Liberty jelas membahayakan perekonomian negara bagian New York. "Taman ini merupakan simbol New York dan nilai-nilai kita. Dan pesannya tidak pernah sepenting saat ini," sebut Cuomo dalam pernyataannya.

[Gambas:Video 20detik]


Cuomo menyinggung pembahasan anggaran di Kongres AS, yang masih belum mencapai kesepakatan antara kalangan Demokrat dan Republikan karena isu imigrasi. Diketahui Pulau Ellis yang berada di dekat Pulau Liberty, pernah menjadi tempat para imigran 'ditampung' sebelum masuk ke AS beberapa dekade lalu.

Politikus Demokrat berjuang mencari perlindungan bagi ratusan ribu imigran ilegal yang terancam dideportasi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Demokrat ingin agar rencana anggaran yang baru mencakup anggaran untuk melindungi para imigran ilegal itu. Tuntutan itu ditolak mentah-mentah oleh Republikan. Akibatnya, rencana anggaran tidak diloloskan oleh Senat AS.


(nvc/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed