DetikNews
Senin 22 Januari 2018, 15:18 WIB

Iran Komentari Serangan Militer Turki di Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Iran Komentari Serangan Militer Turki di Suriah Foto: AFP Photo/Bulent Kilic
Teheran - Pemerintah Iran mengamati dengan seksama serangan militer Turki di wilayah Afrin, Suriah. Iran pun menyerukan penghentian segera operasi militer Turki tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi mengatakan, pemerintahnya berharap operasi di Afrin akan berakhir segera untuk mencegah eskalasi krisis di wilayah perbatasan Turki-Suriah.

"Berlanjutnya krisis di Afrin bisa mendorong menguatnya kembali kelompok-kelompok teroris Takfiri di wilayah Suriah utara dan sekali lagi membakar api perang dan kehancuran di negara itu," kata Qassemi seperti dilansir media Iran, Press TV, Senin (22/1/2018).

Qassemi pun mengatakan, krisis kemanusiaan di Suriah akan terus berlangsung selama Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya meneruskan keberadaan ilegal mereka di negara Arab tersebut.

Militer Turki mulai melancarkan operasi udara dan darat yang diberi nama "Operation Olive Branch" di sekitar wilayah Afrin pada Jumat (19/1) waktu setempat. Operasi militer tersebut dilakukan untuk mengusir para milisi Kurdi, Kurdish People's Protection Units (YPG), yang oleh pemerintah Turki dianggap sebagai organisasi teror dan merupakan cabang kelompok Kurdi terlarang, Kurdistan Workers' Party (PKK).

Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Minggu (21/1) waktu setempat mengutuk operasi militer Turki di Afrin tersebut. Dicetuskan Assad, operasi tersebut merupakan bagian dari dukungan Ankara untuk kelompok-kelompok teroris Takfiri yang beroperasi di wilayah Suriah.

"Agresi brutal Turki di kota Afrin Suriah tak bisa dipisahkan dari kebijakan rezim Turki sejak hari pertama krisis Suriah, yang pada dasarnya dibangun untuk mendukung terorisme dan organisasi teroris, apapun nama-nama mereka," kata Assad dalam statemen seperti dirilis kantor berita resmi Suriah, SANA.

Senada dengan itu, Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyampaikan keprihatinan atas operasi militer Turki di Afrin, seraya menyerukan pihak-pihak bertikai untuk menahan diri.

"Moskow prihatin akan berita ini. Kami meminta semua pihak bertikai untuk menunjukkan pengendalian diri," tegasnya.

Rusia sendiri telah melancarkan serangan-serangan udara terhadap ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya di Suriah sejak September 2015 lalu. Serangan-serangan itu dilakukan atas permintaan pemerintah Damaskus yang merupakan sekutu Rusia.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed