DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 18:00 WIB

Retas Email Bos CIA, Hacker Remaja Diadili di Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Retas Email Bos CIA, Hacker Remaja Diadili di Inggris Ilustrasi (Pawel Kopczynski/REUTERS)
London - Seorang hacker remaja diadili di Inggris karena meretas dan mengakses akun komunikasi sejumlah pejabat tinggi intelijen dan keamanan AS. Salah satu yang diretas adalah akun email mantan bos Badan Intelijen Pusat AS atau CIA, John Brennan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/1/2018), Kane Gamble yang kini berusia 18 tahun, kembali diadili pekan ini di Pengadilan Kriminal Old Bailey, Inggris. Gamble telah mengakui 10 dakwaan pidana yang melanggar Undang-undang Penyalahgunaan Komputer, yang dijeratkan kepadanya.

Aksi peretasan terhadap para pejabat tinggi AS itu dilakukan antara Juni 2015 hingga Februari 2016, saat usianya masih 15-16 tahun. Dari kamarnya di Coalville, Inggris, Gamble berhasil 'menirukan' target-target yang diretasnya untuk mengumpulkan sejumlah informasi sangat rahasia dan sensitif.

"Kane Gamble mendapatkan akses pada akun komunikasi sejumlah pejabat tinggi intelijen AS dan pegawai pemerintahan AS. Dia juga mendapatkan akses ke jaringan agen intelijen dan penegak hukum AS," sebut jaksa John Lloyd-Jones dalam persidangan pada Jumat (19/1) kemarin.

Diungkapkan dalam persidangan bahwa Gamble mendirikan kelompok bernama Crackas With Attitude (CWA) yang memanfaatkan 'social engineering' untuk memanipulasi call centre dan help desk agar membocorkan informasi rahasia, yang kemudian dieksploitasi.

Social engineering merupakan manipulasi psikologis dari seseorang dalam melakukan aksi atau menguak suatu informasi rahasia. Social engineering biasanya dilakukan melalui telepon atau internet. Metode ini menjadi salah satu metode para hacker memperoleh informasi.


Dalam aksinya beberapa tahun lalu, Gamble berpura-pura menjadi Brennan saat menghubungi perusahaan telekomunikasi Verizon dan AOL di AS. Sejumlah dokumen sensitif dilaporkan didapatkan Gamble dari inbox email pribadi Brennan. Tidak hanya itu, Gamble juga berhasil mendapatkan informasi soal operasi intelijen dan militer di Iran dan Afghanistan.

"Tampaknya dia juga berhasil mengakses akun iCloud milik Brennan," sebut jaksa Lloyd-Jones. Gamble disebut menghubungi AOL dan meminta reset password hingga berhasil mengambil alih iPad milik istri Brennan.

Selain Brennan, Gamble juga menargetkan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Jeh Johnson. Dia menghubungi nomor Johnson dan meninggalkan pesan suara berbunyi 'Apakah saya menakutimu?'. Gamble juga berhasil menampilkan pesan berbunyi 'Saya memiliki kalian' pada layar televisi keluarga Johnson.

Target Gamble lainnya termasuk Avril Haines yang saat itu menjabat wakil penasihat keamanan nasional Presiden Barack Obama, kemudian penasihat senior untuk teknologi dan ilmiah John Holdren dan agen khusus FBI Amy Hess. Gamble mendapat akses tanpa izin kepada jaringan komputer Departemen Kehakiman AS dan mampu mengakses dokumen-dokumen persidangan, termasuk kasus tumpah minyak Deepwater. Dia dilaporkan memberikan sejumlah dokumen rahasia yang didapatnya kepada WikiLeaks.

Gamble ditangkap di rumahnya di Inggris, pada 9 Februari 2017, atas permintaan FBI. Gamble mengklaim aksinya bertujuan untuk mendukung Palestina dan karena AS banyak membunuh warga sipil tak bersalah. Saat ini Gamble tengah menunggu putusan. Belum diketahui kapan sidang putusan digelar.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed