DetikNews
2018/01/20 13:46:15 WIB

Mengapa Pemerintah AS 'Shutdown'? Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mengapa Pemerintah AS Shutdown? Apa yang Terjadi Selanjutnya? Situasi di Capitol Hill usai pemerintah AS tutup pada 20 Januari (REUTERS/Yuri Gripas)
Washington DC - Untuk pertama kali sejak tahun 2013, pemerintah Amerika Serikat (AS) tutup atau 'shutdown'. Situasi ini merupakan yang pertama di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang menjabat sejak 20 Januari 2017.

Dilaporkan CNN, Sabtu (20/1/2018), bahwa ini merupakan pertama kalinya pemerintahan AS tutup saat Kongres dan Gedung Putih dikuasai oleh partai yang sama. Diketahui bahwa DPR AS atau House of Representatives (HOR) dan Senat AS sama-sama dikuasai politikus Republik.



Presiden AS saat ini, Trump, juga dinaungi oleh Partai Republik. Lantas mengapa pemerintah AS bisa tutup?

Diketahui bahwa rencana anggaran pengganti atau 'stopgap spending-bill' gagal diloloskan oleh Senat AS dalam voting pada Jumat (19/1) malam waktu AS. Rencana anggaran ini sebelumnya diloloskan oleh HOR pada Kamis (18/1) malam waktu AS.

Dengan tidak diloloskannya rencana anggaran, maka pemerintah AS tidak memiliki dana untuk menjalankan operasionalnya. Situasi ini yang membuat pemerintah AS tutup, atau yang biasa disebut sebagai 'government shutdown'.

Apa itu government shutdown?

Seperti dikutip dari TIME, situasi 'government shutdown' terjadi saat Kongres tidak meloloskan rencana anggaran federal untuk tahun fiskal mendatang yang diajukan Presiden AS. Rencana anggaran itu untuk membiayai pemerintahan dan operasional departemen federal AS.

Dalam situasi ini, departemen-departemen tidak esensial akan tutup sementara hingga rencana anggaran disepakati oleh Kongres AS. Jangka waktu penutupan pemerintah AS tidak bisa diperkirakan, karena tergantung lobi parlemen.

Hingga kini, para Senator AS masih terus berunding di Capitol Hill, Washington DC. Berbagai lobi dan upaya dilakukan agar kesepakatan bisa dicapai dalam pembahasan rencana anggaran. Kemungkinan besar, rencana anggaran yang baru akan diajukan dan dibahas untuk nantinya di-voting lagi.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed