DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 13:53 WIB

Polisi Myanmar Tembak Mati 7 Warga di Rakhine, 12 Orang Terluka

Rita Uli Hutapea - detikNews
Polisi Myanmar Tembak Mati 7 Warga di Rakhine, 12 Orang Terluka Foto: AFP
Yangon - Kepolisian Myanmar menembak mati tujuh warga etnis Buddha Rakhine di negara bagian Rakhine. Sebanyak 12 orang lainnya terluka akibat tembakan polisi Myanmar.

Insiden ini terjadi saat warga lokal tengah berkumpul untuk memperingati berakhirnya kerajaan Buddha kuno, Arakan. Namun kemudian perayaan itu berubah rusuh hingga menelan korban jiwa.

Awalnya warga berkumpul di kota Mrauk U, bagian utara Rakhine pada Selasa (16/1) malam waktu setempat untuk memperingati berakhirnya kerajaan Arakan. Demikian disampaikan sekretaris pemerintah negara bagian Rakhine, Tin Maung Swe. Namun kemudian sekitar 4 ribu orang mengepung sebuah gedung pemerintah setelah seremoni tahunan untuk memperingati berakhirnya kerajaan Arakan, lebih dari 200 tahun silam itu. Belum jelas penyebab kerusuhan tersebut. Maung Swe mengatakan, warga tidak mendapatkan izin dari otoritas setempat untuk melakukan aksi demo tersebut.

"Polisi awalnya menggunakan peluru karet namun massa tidak juga bubar. Akhirnya pasukan keamanan harus menembak. Konflik terjadi ketika beberapa orang mencoba merebut senjata api dari polisi," tutur Maung Swe seperti dikutip kantor berita Reuters, Rabu (17/1/2018).

Menurut Tun Ther Sein, anggota parlemen dari Mrauk U, sejumlah demonstran yang terluka dalam kondisi kritis dan telah dibawa ke rumah sakit di Sittwe, ibu kota Rakhine.

Etnis Rakhine Buddha, juga dikenal sebagai orang-orang Arakan, merupakan satu dari 135 kelompok etnis yang diakui secara resmi di Myanmar.

Ketegangan di negara bagian Rakhine telah meningkat sejak operasi militer Myanmar pada Agustus 2017 lalu memicu eksodus lebih dari 650 ribu warga muslim Rohingya ke Bangladesh.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed