Lembur 125 Jam, Pekerja di Jepang Pingsan Lalu Meninggal

Lembur 125 Jam, Pekerja di Jepang Pingsan Lalu Meninggal

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 16 Jan 2018 10:02 WIB
Ilustrasi jenazah (Foto: Dok. Thinkstock)
Ilustrasi jenazah (Foto: Dok. Thinkstock)
Niigata - Seorang karyawati di Dewan Pendidikan Prefektur Niigata, Jepang pingsan di mejanya usai lembur selama 125 jam. Dia dilaporkan meninggal tiga hari setelah insiden pingsan itu.

Dilansir dari media lokal Jepang, The Mainichi, Selasa (16/1/2018), penyebab pasti kematiannya tengah diinvestigasi. Namun dugaan sementara, dia meninggal karena mengalami pendarahan di antara membran otaknya.

Dia bekerja lembur total 125 jam sepanjang bulan Desember 2017, melampaui batas maksimal lembur pemerintah yakni 100 jam. Kantor tempat wanita ini bekerja, masih menyelidiki kemungkinan adanya hubungan kematiannya dengan jam kerjanya.

Dewan Pendidikan Prefektur Niigata mengatakan karyawati tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit saat kehilangan kesadaran di tempat duduknya pada 5 Januari 2018.

Pada 4 Januari 2018, karyawati itu meninggalkan kantor setelah pukul 23.00 waktu setempat. Dia tak berkonsultasi dengan siapapun tentang kondisi kesehatannya.

Selama bulan April dan Desember 2017, wanita ini memiliki jam lembur di atas 70 jam per bulannya. Tercatat bahwa pada November 2017, wanita ini lembur sebanyak 99 jam. Jumlah jam lemburnya makin bertambah pada bulan Desember 2017, yakni mencapai 125 jam.

Gubernur Niigata mengatakan pihaknya masih belum tahu apakah ada hubungan antara kematian wanita ini dengan jam kerjanya. "Kami masih belum tahu hubungan antara pekerjaannya dan kematiannya," ujar Gubernur Ryuichi Yoneyama.

(rna/nvc)