Dituturkan sejumlah warga lokal Gaza, seperti dilansir Reuters, Senin (15/1/2018), jet-jet tempur Israel menggempur area sebelah timur kota Rafah yang ada di perbatasan Mesir-Israel pada Sabtu (13/1) tengah malam waktu setempat. Beberapa saat kemudian, militer Israel membenarkan pihaknya memang menggempur area itu. Namun mereka tidak merilis rincian kejadian hingga Minggu (14/1) waktu setempat.
"Kami memahami bahwa ini merupakan terowongan teror karena membentang di bawah fasilitas-fasilitas strategis," ujar juru bicara militer Israel, Kolonel Jonathan Conricus, merujuk pada saluran pipa bahan bakar dan gas juga posisi militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada komentar dari Hamas terkait hal ini.
Conricus menambahkan, terowongan yang dihancurkan militer Israel itu digali oleh anggota Hamas. Terowongan bawah tanah sepanjang 1,5 kilometer itu masuk sejauh 180 kilometer ke bawah perlintasan perbatasan Kerem Shalom, di wilayah Mesir dan kemudian Israel.
"Jelas menjadi sebuah kemungkinan bahwa serangan bisa terjadi dalam waktu dekat," sebut Conricus, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Kerem Shalom merupakan titik perlintasan utama bagi masuknya barang-barang ke Gaza. Sesaat sebelum gempuran Israel dilancarkan, Kerem Shalom dalam keadaan ditutup.
Selama perang Gaza pecah tahun 2014, anggota Hamas menggunakan puluhan terowongan semacam ini untuk menyerang pasukan militer Israel dan mengancam warga sipil di dekat garis pertempuran. Militer Israel mengklaim telah menghancurkan tiga terowongan semacam ini dalam dua bulan terakhir. Namun mereka menyatakan tidak ingin konflik baru pecah di kawasan tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut terowongan semacam ini sebagai 'infrastruktur terorisme utama milik Hamas di Jalur Gaza'.
"Hamas harus memahami bahwa kami tidak akan membiarkan serangan terus berlanjut dan kami akan merespons dengan kekuatan lebih besar," ucap PM Netanyahu kepada wartawan sebelum terbang ke India.
(nvc/ita)











































