DetikNews
Senin 15 Januari 2018, 04:14 WIB

Presiden Abbas Sebut Tawaran Damai Trump Sebagai Tamparan Abad Ini

Haris Fadhil - detikNews
Presiden Abbas Sebut Tawaran Damai Trump Sebagai Tamparan Abad Ini Foto: REUTERS/Issam Rimawi/Pool/File Photo
Ramallah - Presiden Palestina Mahmud Abbas mencela upaya perdamaian Timur Tengah yang ditawarkan Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut tawaran perdamaian yang diajukan Trump sebagai 'tamparan abad ini'.

Dilansir AFP, Senin (15/1/2018) pernyataan Abbas itu mengacu pada kebijakan Gedung Putih yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Abbas juga mengatakan bahwa Israel lewat tindakannya telah mengakhiri kesepakatan damai Oslo yang dibuat tahun 1990-an, sembari menjuluki duta besar AS ke PBB dan Israel, Nikki Haley dan David Friedman sebuah aib.

"Kami mengatakan tidak kepada Trump, kami tidak akan menerima rencana anda. Kesepakatan abad ini adalah tamparan abad ini dan kami tidak bisa menerimanya" mengacu pada janji Trump untuk mencapai 'kesepakatan akhir' perdamaian Israel-Palestina kata Abbas di awal pertemuan penting para pemimpin Palestina mengenai bagaimana menghadapi deklarasi Trump.

Abbas menyampaikan dalam sebuah pidato maraton yang berlangsung sekitar dua jam pertemuan penting para pemimpin Palestina. Pertemuan tersebut dilakukan setelah pengakuan Trump soal Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember 2017 lalu yang membuat marah orang-orang Palestina.

Abbas sebelumnya mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat lagi berperan dalam proses perdamaian Timur Tengah usai langkah Trump tersebut. Dia juga mengatakan Palestina meminta sebuah proses yang dipimpin secara internasional yang tidak menempatkan Amerika Serikat sebagai mediator.

Dia mengatakan pertemuan yang berlangsung di Ramallah itu harus membuat keputusan tentang bagaimana melangkah maju. "Saya mengatakan bahwa Oslo, tidak ada Oslo," ucap Abbas, mengacu pada kesepakatan damai yang mengarah pada pembentukan Otoritas Palestina dan merencanakan sebuah resolusi akhir untuk konflik antara Palestina dengan Israel.

"Israel mengakhiri Oslo," pungkasnya.
(haf/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed