Dilansir dari Reuters, Minggu (14/12018) awalnya penduduk dari Pulau Kadovar dievakuasi ke Pulau Blup-Blup. Namun, akibat bahaya yang mengancam para pengungsi dan penduduk di Pulau Blup-Blup dievakuasi ke daratan utama.
"Orang-orang di sana, saat gunung berapi meletus mereka segera bergegas untuk melarikan diri. Jadi mereka sangat membutuhkan makanan, air, tempat tinggal dan pakaian," kata Sekretaris Jenderal Palang Merah Papua Nugini Uvenama Rova.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Observatorium Vulkanologi Rabaul mengatakan gunung di Pulau Kadovar itu terus mengeluarkan asap putih tebal setinggi 600 meter. Tak ada catatan soal letusan gunung di Pulau Kadovar sebelumnya. (haf/dnu)











































