Dilaporkan media lokal Xin'an Evening News, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (10/1/2018), wanita bernama Luo Haili ini bersama suami dan putrinya terlambat naik kereta cepat rute Hefei menuju Guangzhou. Mereka terlambat karena sebelumnya salah mendatangi stasiun lainnya.
Media lokal lainnya, South China Morning Post (SCMP), menyebut Luo dan putrinya masuk ke gerbong tepat saat kereta akan berangkat. Namun suaminya tertahan di pintu pemeriksaan tiket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suami saya ada di pintu pemeriksaan tiket. Saya akan menyingkir begitu dia datang," ucap wanita itu kepada petugas stasiun yang berusaha menariknya turun dari kereta.
Aksi wanita ini menolak untuk turun dari kereta berlangsung selama 5 menit. Pada satu momen, wanita itu ditarik keluar dari gerbong kereta hingga terjatuh ke peron. Namun dia berhasil bangkit dan kembali menahan pintu agar tidak menutup.
SCMP melaporkan Luo akhirnya diperbolehkan naik kereta itu bersama suami dan putrinya. Namun media lokal China lainnya menyebut Luo dan keluarganya ditarik keluar dari kereta. Terlepas dari itu, rangkaian kereta ke Guangzhou ini tertunda keberangkatannya beberapa menit akibat insiden tersebut.
Dalam wawancara dengan Shanghai Morning Post, Luo beralasan anaknya memiliki urusan di kota lain sehingga dirinya dan suaminya sangat terburu-buru naik kereta. Menurut Luo, hanya ada satu kereta ke Guangzho pada hari itu, jika gagal naik, mereka harus menunggu keesokan harinya.
Dilaporkan SCMP, Luo yang seorang guru Sekolah Dasar di Hefei ini telah dinonaktifkan dari pekerjaannya, terkait insiden tersebut.
Sementara itu, menurut XinhuaNet, Luo terancam hukuman denda hingga 2 ribu yuan (Rp 4 juta) karena menghalangi operasional kereta api. Jika insiden yang terjadi lebih parah, Luo juga bisa dikenai hukuman penjara 10 hari atau hukuman lebih berat.
(nvc/ita)










































