Menurut sumber-sumber dari Pertahanan Sipil Suriah, yang dikenal sebagai "White Helmets" seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Senin (8/1/2018), 12 orang tewas dalam serangan udara yang menargetkan desa Falul pada Minggu (7/1) malam waktu setempat.
Serangan-serangan udara juga menewaskan tiga warga sipil di kota Kafr Nabl, dua orang di kota Abu Adh Dhuhu, tiga orang di desa Sheikh Ahmad, dan empat orang di desa-desa al-Gadfa dan Kansafra.
Belum jelas pihak mana yang melakukan serangan-serangan udara tersebut. Serangan-serangan udara ini terjadi beberapa jam setelah empat ledakan mengguncang Idlib di hari yang sama. Setidaknya 30 orang tewas dalam ledakan-ledakan tersebut.
Provinsi Idlib merupakan basis para pemberontak di Suriah dan berada di perbatasan dengan Turki. Turki sendiri merupakan salah satu pendukung utama pemberontakan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Militer Suriah dan sekutunya, termasuk Rusia telah mulai melancarkan operasi militer pada Oktober 2017 lalu untuk merebut kembali provinsi Idlib dan Hama. Operasi masih terus berlangsung hingga saat ini.
(ita/ita)











































