Seorang Pria Tewas Kena Ledakan Misterius di Luar Stasiun Stockholm

Seorang Pria Tewas Kena Ledakan Misterius di Luar Stasiun Stockholm

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Jan 2018 14:17 WIB
Seorang Pria Tewas Kena Ledakan Misterius di Luar Stasiun Stockholm
Polisi menyisir lokasi ledakan di Stockholm (TT News Agency/Henrik Montgomery/via REUTERS)
Stockholm - Satu orang tewas akibat sebuah ledakan misterius di luar stasiun bawah tanah di Stockholm, Swedia. Insiden ini diyakini oleh otoritas Swedia tidak terkait terorisme.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (8/1/2017), seorang pria berusia 60 tahun yang tidak disebut namanya, meninggal dunia di rumah sakit setempat, setelah mengalami luka parah akibat ledakan yang terjadi Minggu (7/1) waktu setempat.

Ledakan ini terjadi di luar stasiun Varby Gard yang ada di sebelah selatan kota Stockholm. Polisi telah mengisolasi lokasi ledakan dan mengerahkan personelnya untuk menyelidiki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia (pria 60 tahun-red) mengambil objek di jalan yang langsung meledak," tutur juru bicara kepolisian setempat, Sven-Erik Olsson, kepada AFP.

Seorang wanita berusia 45 tahun mengalami luka ringan di bagian wajah dalam insiden yang sama.

Polisi menyisir lokasi ledakan di StockholmPolisi menyisir lokasi ledakan di Stockholm Foto: TT News Agency/Henrik Montgomery/via REUTERS

Pemicu ledakan itu masih misterius. Surat kabar lokal, Aftonbladet dan Expressen, kompak menyebut objek yang meledak itu sebuah granat tangan. Namun kepolisian setempat menolak untuk mengkonfirmasi laporan itu.

"Jelas ada sesuatu yang meledak sangat kuat ...Tapi kami masih harus menunggu penyelidikan teknis," ucap Olsson sembari menyatakan penyelidikan atas pembunuhan tengah berlangsung. "Belum ada yang mengindikasikan pasangan (kedua korban) menjadi target," imbuhnya.

Ditambahkan Olsson bahwa tidak ada alasan untuk meyakini ledakan ini terkait terorisme. Belum diketahui pasti siapa yang ada di balik ledakan ini.

Namun laporan kepolisian Swedia yang dirilis tahun lalu menyebut, anggota geng kriminal setempat masih marak menggunakan granat yang kebanyakan berasal dari sisa konflik Yugoslavia. Sebelumnya pada Agustus 2016, seorang bocah 8 tahun tewas terkena granat yang meledak di area Gothenburg.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini