Dalam wawancara dengan Fox News, Pompeo mengatakan bahwa kondisi perekonomian di Iran saat ini tidak bagus.
"Itulah yang menyebabkan orang-orang turun ke jalan-jalan," tutur Pompeo seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (8/1/2018). Dia pun mengecam rezim Iran yang menurutnya menutup telinga atas suara rakyat.
Ketika ditanyai mengenai klaim Jaksa Agung Iran, Mohammad Javad Montazeri, bahwa seorang pejabat CIA telah berkoordinasi dengan Israel dan Arab Saudi -- rival-rival Iran -- untuk bekerja sama dengan kumpulan warga Iran di pengasingan agar memicu aksi protes di Iran, Pompeo menjawab singkat: "Itu tidak benar."
"Ini rakyat Iran -- dimulai oleh mereka, dibuat oleh mereka, dilanjutkan oleh mereka, yang menuntut kondisi hidup yang lebih baik dan terbebas dari rezim teokratis," imbuh Pompeo.
Aksi-aksi unjuk rasa antipemerintah yang terjadi di beberapa kota di Iran telah berubah menjadi aksi kekerasan hingga menewaskan setidaknya 21 orang. Kekerasan diawali dengan aksi protes terhadap kenaikan harga-harga barang pokok, yang disebut sebagai demonstrasi terbesar sejak unjuk rasa pro-reformasi pada 2009.
Para pengunjuk rasa telah mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Iran agar mereka tidak menggelar "pertemuan yang dihadiri orang banyak".
(ita/ita)











































