88 Ekor Lumba-lumba Ditemukan Mati di Teluk Sepetiba Brasil

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 05 Jan 2018 14:49 WIB
Puluhan ekor lumba-lumba ditemukan mati di Teluk Sepetiba, Brasil dalam 18 hari terakhir (Instituto Boto Cinza)
Brasilia - Sungguh kasihan! Lebih dari 80 ekor lumba-lumba ditemukan mati di kawasan teluk Rio de Janeiro, Brasil. Temuan memprihatinkan ini terjadi dalam jangka waktu 18 hari terakhir. Apa penyebabnya?

Seperti dilansir media AS, ABC News, Jumat (5/1/2018), setidaknya 88 ekor lumba-lumba ditemukan mati di kawasan Teluk Sepetiba, yang berjarak 72 kilometer dari Rio de Janeiro, dalam 18 hari terakhir. Jumlah itu mencapai 10 persen dari total populasi lumba-lumba yang hidup di kawasan tersebut.

Para pakar lingkungan di Brasil tengah menyelidiki penyebab matinya lumba-lumba ini.

Namun Leonardo Flach yang merupakan pakar biologi dan ketua koordinasi Boto Cinza Institute di Mangaratiba, Brasil, menyebut penyebab kematian lumba-lumba ini diduga karena bakteri atau virus. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut alasan di balik dugaan itu.

"Kami tidak pernah mengalami hal semacam ini sebelumnya. Ini sebuah tragedi," sebut Flach. "Setiap hari kami menemukan empat atau lima ekor bangkai lumba-lumba," imbuhnya.

"Pada satu hari kami menemukan bangkai lumba-lumba jantan dan dewasa, dan keesokan harinya, lumba-lumba betina dan bayinya. Tapi kebanyakan dari lumba-lumba itu kurus dan mengalami luka cukup dalam pada kulitnya. Saya tidak pernah melihat yang seperti itu," ujar Flach.

Dijelaskan Flach, jika lumba-lumba itu sekarat karena keberadaan bakteri di lingkungan yang tak terkendali, maka satu-satunya solusi adalah membentuk tempat perlindungan laut (marine refuge) agar lumba-lumba itu bisa bertahan hidup.

"Teluk Rio (de Janeiro) terkena polusi luar biasa, dan sayangnya, ada yang namanya perburuan liar terhadap lumba-lumba. Lumba-lumba ini tergolong spesies rawan punah, tapi dengan adanya penyakit misterius saat ini, kami harap bisa semakin menekan otoritas setempat untuk membantu kami menyelamatkan lumba-lumba ini," harapnya.

Sejumlah organisasi nonpemerintah di Brasil, seperti Boto Cinza Institute dan SOS Botos, bergabung dalam upaya pemeriksaan penuh terhadap bangkai-bangkai lumba-lumba itu. Pemeriksaan dilakukan terhadap kulit, darah dan tulang. Hasil pemeriksaan baru bisa diketahui akhir bulan ini. (nvc/tor)