DetikNews
Jumat 05 Januari 2018, 03:58 WIB

Badai Dahsyat di Boston 'Lumpuhkan' Timur Utara AS

Audrey Santoso - detikNews
Badai Dahsyat di Boston Lumpuhkan Timur Utara AS Foto: REUTERS/Brian Snyder
Boston - Badai salju yang kencang melanda timur laut Amerika Serikat (AS), membuat ribuan orang tak berdaya melakukan aktivitas di tengah cuaca dingin ekstrem.

Dilansir dari Reuters, Jumat (5/1/2018), kegiatan penerbangan dibatalkan di Boston pada Kamis (4/1) waktu setempat. Suara mesin kendaraan berat pengeruk salju dan truk pembawa garam bergemuruh di sepanjang jalan kota.

Ditutupnya kegiatan penerbangan di bandara membuat para penumpang yang sudah bersusah payah menerjang badai salju merasa khawatir perjuangannya sia-sia. Mereka khawatir terlantar karena puncak badai salju diperkirakan hari ini, Jumat (5/1).

"Saya tidak tahu saya akan tinggal di mana malam ini jika saya terjebak (badai salju). Mungkin dengan atasan saya," kata Ran Richardson (55), warga Malden, Massachusetts, Kamis (4/1/2018).

Dampak dari badai salju, sekolah-sekolah di Kota New York, New Jersey, Boston dan beberapa daerah ditutup.

Peringatan Badai Salju berlaku di sepanjang Pantai Timur dari Carolina Utara sampai Maine. Prakiraan Layanan Cuaca Nasional AS, ketinggian badai salju 70 mil per jam (113 km per jam) dan berpotensi menurunkan jaringan listrik.

Ketebalan salju diprediksi lebih dari 30 cm untuk wilayah Boston dan pesisir utara New England. Ramalan cuaca salju akan turun sebanyak 3 inci (7,6 cm) per jam.

Kondisi tersebut diperkirakan akan menyulitkan kendaraan berat pengeruk salju beroperasi. Pejabat khawatir suhu yang turun cepat setelah badai berlalu akan mengubah salju yang tersisa di jalan raya menjadi es.

Pasang surut air pantai juga menyebabkan banjir di beberapa wilayah pesisir Massachusetts. Pasang hampir mencapai rumah warga, termasuk sebuah hotel dan di sepanjang Boston Wharf yang populer sebagai destinasi wisata.


Beberapa peramal cuaca menyebut fenomena ini sebut bomogenesis atau 'bom angin topan' dan yang membawa hujan salju cepat dan deras. Fenomena bomogenesis terjadi ketika tekanan barometer badai menerjang 24 milibar dalam 24 jam.

Tercatat ada 13 kasus kematian dalam beberapa hari terakhir akibat cuaca yang tak bersahabat. Tiga nyawa terenggut dalam kecelakaan lalu lintas di Carolina Utara dan tiga karena kedinginan di Texas.

Lebih dari 3.500 penerbangan maskapai AS dibatalkan. Bandara Internasional John F. Kennedy New York dan Bandara LaGuardia menghentikan sementara semua penerbangan karena kondisi landasan tertutup salju atau whiteout, kata Federal Aviation Administration.

Tiga bandara di Newark, New Jersey, dan Bandara Internasional Boston Logan membatalkan tiga dari empat penerbangan. Sementara itu pada transportasi darat, operator kereta penumpang Amtrak mengurangi perjalanannya ke Northeast. Penundaan secara acak dilaporkan pada sistem transit, termasuk jalur komuter Long Island Rail Road dan Metro-North New York, serta sistem Massachusetts Bay Transportation Authority (MBTA) di Boston.

"MBTA selalu mengalami masalah karena begitu banyak lintasannya di luar," kata Ahli Kebijakan Perkotaan dan Perencanaan di New York, Mitchell Moss.

"Saklar beku dan angin kencang mengganggu operasi kereta api di atas tanah," imbuh dia.

Pejabat melaporkan kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Timur Laut, termasuk di Manchester, New Hampshire. Salah satunya seorang wanita (32) menabrak sebuah kendaraan dan mengenai dinding panti jompo. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.

[Gambas:Video 20detik]


(aud/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed