DetikNews
Kamis 04 Januari 2018, 18:10 WIB

Israel Selidiki Kematian Demonstran Palestina Berkursi Roda

Novi Christiastuti - detikNews
Israel Selidiki Kematian Demonstran Palestina Berkursi Roda Ibrahim Abu Thurayeh saat berunjuk rasa di perbatasan Gaza, sebelum dia tewas ditembak tentara Israel (REUTERS/Mohammed Salem)
Tel Aviv - Militer Israel menyatakan akan menyelidiki kematian Ibrahim Abu Thurayeh, seorang demonstran Palestina berkursi roda yang tewas dalam bentrok di Gaza pada Desember tahun lalu. Thurayeh tewas saat ikut unjuk rasa memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) soal Yerusalem.

Kematian Thurayeh pada 15 Desember 2017 memicu kecaman dari Palestina juga dari Komisioner Tinggi HAM PBB Zeid Ra'ad al-Hussein. Dalam pernyataannya saat itu, Al-Hussein menyebut Thurayeh tewas usai ditembak di kepala oleh tentara Israel, saat ikut unjuk rasa di dekat pagar perbatasan Gaza-Israel.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (4/1/2018), militer Israel menyatakan penyelidikan pihaknya yang dilakukan sesaat setelah insiden itu terjadi, mendapati bahwa sangat tidak mungkin untuk mengetahui apa yang menewaskan Thurayeh. Disebutkan militer Israel bahwa tidak ada tembakan peluru sungguhan yang diarahkan kepada Thurayeh saat itu.

Militer Israel juga menyebut para demonstran Palestina melemparkan molotov, bebatuan dan membakar ban dalam aksinya saat itu.

"Demo memeriksa lebih lanjut kasus ini, termasuk informasi yang diterima dari berbagai organisasi yang beroperasi di Jalur Gaza, diputuskan bahwa situasi yang menyelimuti kematian Thurayeh juga akan diperiksa oleh penyelidikan Polisi Militer," demikian pernyataan militer Israel.


Thurayeh yang berusia 29 tahun ini kehilangan dua kakinya dalam insiden tahun 2008 lalu. Insiden yang dimaksud adalah serangan Israel terhadap kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza bagian tengah pada April 2008.

Thurayeh yang masih bujangan ini tinggal di rumah orang tuanya dan tidak bekerja sejak dia kehilangan kedua kakinya dalam insiden tahun 2008 lalu. Insiden yang dimaksud adalah serangan Israel terhadap kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza bagian tengah pada April 2008.

"Dia mengalami luka-luka pada tahun 2008, saat helikopter Israel menargetkannya setelah dia menurunkan bendera Israel dan mengibarkan bendera Palestina di perbatasan," tutur Samir, saudara laki-laki Thurayeh kepada AFP, beberapa waktu lalu.

"Itu tidak menghentikannya dari berunjuk rasa untuk Yerusalem. Dia pergi sendirian ke perbatasan setiap harinya," imbuhnya.


(nvc/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed