DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 10:39 WIB

AS Tak Anggap Serius Rencana Dialog Korsel dan Korut

Novi Christiastuti - detikNews
AS Tak Anggap Serius Rencana Dialog Korsel dan Korut Ilustrasi
New York - Amerika Serikat (AS) melalui Duta Besar untuk PBB, Nikki Haley, tidak menganggap serius prospek dialog antara Korea Utara (Korut) dengan Korea Selatan (Korsel). Haley menegaskan, AS tidak akan pernah menerima Korut sebagai negara bersenjata nuklir.

Korsel yang merupakan sekutu AS telah mengajukan tanggal 9 Januari, pekan depan, sebagai waktu dialog tingkat tinggi dengan Korut untuk membahas sejumlah isu. Hal ini diusulkan Korsel setelah pemimpin Korut Kim Jong-Un menyatakan siap berdialog dengan negara tetangganya itu.


Dalam komentarnya, seperti dilansir AFP, Rabu (3/1/2018), Haley menyebut rencana dialog Korsel dan Korut itu sebagai 'band-aid' atau yang berarti solusi sementara belaka.

"Kami tidak akan menganggap pembicaraan apapun dengan serius jika mereka tidak melakukan apapun untuk melarang senjata nuklir di Korea Utara," ucap Haley kepada wartawan di New York.

"Kami menganggapnya (Korut-red) sebagai rezim yang sangat sembrono. Kami pikir kami tidak butuh solusi sementara dan kami pikir kami tidak perlu tersenyum dan berfoto. Kami pikir kami butuh mereka menghentikan senjata nuklir dan mereka perlu menghentikannya sekarang," tegasnya.

"Kami tidak akan pernah menerima (senjata) nuklir Korea Utara," imbuh Haley memperingatkan Korut.


Dalam pernyataan terpisah, Presiden AS Donald Trump juga mengomentari rencana dialog Korsel dan Korut, dengan menyebutnya sebagai bukti bahwa berbagai sanksi dan tekanan memiliki dampak besar bagi Korut.

"Pria roket sekarang ingin berdialog dengan Korea Selatan untuk pertama kalinya. Mungkin ini kabar baik, mungkin juga bukan -- kita akan lihat!" ucap Trump via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, merujuk pada sebutannya untuk Kim Jong-Un.

"Sanksi-sanksi dan tekanan-tekanan 'lain' mulai berdampak besar pada Korea Utara," imbuhnya, merujuk pada pembelotan tentara Korut.


Korut berambisi merakit rudal balistik antarbenua yang mampu menjangkau daratan utama AS dengan membawa hulu ledak nuklir. Ambisi ini memicu kekhawatiran akan pecahnya perang nuklir di Semenanjung Korea.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed