DetikNews
Selasa 02 Januari 2018, 18:49 WIB

Makna Setelan Jas Abu-abu Muda Kim Jong-Un di Pidato Tahun Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Makna Setelan Jas Abu-abu Muda Kim Jong-Un di Pidato Tahun Baru Kim Jong Un saat pidato Tahun Baru dalam foto yang dirilis 1 Januari (KCNA/via REUTERS/File Photo)
Pyongyang - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un tak biasanya memakai setelan jas dan dasi warna abu-abu muda saat menyampaikan pidato Tahun Baru. Gaya pakaian ini sangat berbeda dengan setelan safari warna gelap yang biasa dipakai pemimpin kontroversial Korut ini.

Perubahan gaya pakaian Kim Jong-Un ini tak luput dari perhatian para pengamat isu-isu Korut. Beberapa dari para pengamat itu pun mencoba menganalisis makna di balik setelan jas warna abu-abu muda yang dipakai Kim Jong-Un.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (2/1/2018), dalam pidato Tahun Baru yang disampaikan Senin (1/1) waktu setempat, Kim Jong-Un tampak memakai kaca mata berbingkai hitam dan bergaya rambut klimis disisir ke belakang.


Dia berbicara dengan lancar dan jarang melihat ke bawah untuk membaca kertas yang dibawanya. Pidatonya fokus membahas nuklir Korut juga tawaran berdialog dengan Korea Selatan (Korsel) serta kemungkinan mengirimkan delegasi Korut ke Olimpiade Musim Dingin di Korsel.

"Dalam pidato Tahun Baru ini, Korea Utara tampaknya berupaya keras dengan citra yang digambarkan oleh Kim Jong-Un," demikian bunyi analisis dari Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, usai pidato Kim Jong-Un disiarkan.

"Ini menunjukkan perubahan dari setelan gelap ala Mao (Zedong, bapak bangsa China) yang banyak dipakai sebelumnya, kepada setelan jas warna abu-abu muda bergaya Barat yang tampaknya bertujuan untuk mendukung perdamaian yang banyak ditekankan Kim dalam pidatonya," imbuh analisis itu.

Gaya berpakaian Kim Jong-Un dari tahun ke tahunGaya berpakaian Kim Jong-Un dari tahun ke tahun Foto: KCNA/via REUTERS

Institut ini juga menilai perubahan gaya Kim Jong-Un itu 'merefleksikan kondisi pikiran yang relaks'. Dalam pidatonya, Kim Jong-Un menyatakan negaranya sebagai 'negara nuklir yang bertanggung jawab dan cinta damai'. Dia juga menyerukan pengurangan ketegangan militer dan peningkatan hubungan dengan Korsel.

Pengamat lainnya memandang perubahan gaya berpakaian itu menunjukkan kepercayaan diri Kim Jong-Un.

"Setelan jas bergaya Barat warna perak dan kaca mata berbingkai gading yang dipakai Kim Jong-Un, juga fakta bahwa dia tidak memakai lencana kakek dan ayahnya, menunjukkan kepercayaan diri dan stabilitas. Itu menandai bahwa dia yang mengendalikan," sebut Profesor Yang Moo-Jin dari University of North Korean Studies di Seoul, kepada AFP.


Sedangkan pengamat Robert Kelly dari Pusan National University menilai Kim Jong-Un terlihat lebih mirip 'seorang bankir, mengenakan Armani'. "Ada banyak spekulasi bahwa dia berupaya membuat Korea Utara terlihat lebih modern dan terhubung. Setelah setelan gaya Mao yang biasa dipakai ayahnya terlihat konyol pada abad ke-21 ini. Itu hanya trik... Hanya pertunjukan belaka," ucap Kelly seperti dikutip New York Times.

Terlepas dari berbagai analisis itu, perubahan gaya berpakaian dan sikap melunak Kim Jong-Un disambut baik oleh Korsel. Otoritas Korsel telah mengusulkan tanggal 9 Januari, atau pekan depan, sebagai hari pertemuan tingkat tinggi kedua Korea untuk membahas berbagai isu.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed