DetikNews
Kamis 28 Desember 2017, 11:56 WIB

Pria Ini Selamat Usai 7 Bulan Terombang-ambing di Samudra Hindia

Novi Christiastuti - detikNews
Pria Ini Selamat Usai 7 Bulan Terombang-ambing di Samudra Hindia Zbigniew Reket (RICHARD BOUHET/AFP)
Saint-Denis - Patroli pantai Prancis menyelamatkan seorang pria asal Polandia yang mengaku telah terombang-ambing selama 7 bulan di Samudra Hindia. Pria Polandia ini berlayar dengan kapal yang sudah rusak dan hanya ditemani kucingnya.

Seperti dilansir AFP, Kamis (28/12/2017), pelaut bernama Zbigniew Reket (54) ini menyebut dirinya berlayar dengan kapal rakitan dari Kepulauan Comoros, sebelah timur Mozambik, pada Mei lalu. Dia mengaku ingin berlayar hingga mencapai daratan Afrika Selatan.

Para penyidik sedang berusaha memeriksa kebenaran pernyataan-pernyataan Reket itu.

Berdasarkan pengakuannya, Reket berarti telah berlayar lebih dari 2 ribu kilometer dengan melewati bagian selatan Selat Mozambik, yang merupakan jalur pelayaran sibuk. Arus laut di kawasan itu dinilai terlalu kuat untuk kapal rakitan Reket yang sebenarnya merupakan sekoci kapal pesiar yang dimodifikasi.

Reket gagal mencapai Afrika Selatan setelah terbawa gelombang laut yang besar. Dia ditemukan petugas patroli pantai Prancis di dekat Pulau Reunion, milik Prancis, pada Minggu (24/12) waktu setempat. Salah seorang awak kapal mewah yacht yang pertama memergoki Reket.

Reket dan kapal rakitannyaReket dan kapal rakitannya Foto: RICHARD BOUHET/AFP

Dituturkan Reket bahwa dirinya dan kucing peliharaannya berhasil bertahan hidup dengan makan separuh kantong sup China setiap hari, juga dengan menangkap ikan di lautan.

Secara terpisah, Dinas Patroli Pantai Prancis SNSM menuturkan kepada AFP bahwa instrumen pada kapal rakitan Reket telah rusak dan dia juga tidak memiliki alat komunikasi.

Kepada otoritas setempat, Reket mengakui perjalanannya dimulai sejak tahun 2014 saat dia pergi ke India dari rumahnya di Amerika Serikat. Reket menyebut dirinya kemudian membeli kapal dengan niat membawanya berlayar kembali ke Polandia.

Reket memodifikasi kapal itu sendiri dan menggunakannya berlayar. Namun tak lama usai meninggalkan pelabuhan setempat, kapal modifikasi itu rusak karena bagian tiang kapal mengalami gangguan. Dengan kondisi kapal seperti itu, Reket mengakui dirinya terombang-ambing di lautan.


(nvc/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed